Lampung

Ketum SMSI Lampung : Siapapun Menghalangi Tugas Wartawan Bisa di Pidanakan

Terbit Tanggal 4 April 2021 oleh Media iGlobalNews


LAMPUNG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Donny Irawan Lampung memberikan pandangan terkait kejadian perampasan alat kerja wartawan Harian Momentum oleh staff Dinas Sosial di Kota Metro.

“Bila ada hal yang kurang berkenan terkait dengan perlakuan dari pada wartawan atau media silakan sampaikan protesnya kepada organisasi medianya,” ujar Donny, Sabtu, (3/4/2021).

Dilansir dari salah satu media lampung.kerjafakta.co, Donny juga mengatakan, apabila kejadian ini sudah masuk dalam ranah pidana maka laporkan saja ke pihak Kepolisian namun tidak dengan cara yang arogan.

” Silahkan laporkan tetapi jangan melakukan suatu tindakan yang arogan,” jelasnya.

Rio, selaku jurnalis Harian Momentum mengatakan bahwa kejadian perampasan peralatan kerja (handphone) disertai pengusiran dan pengancaman itu terjadi di kantor Dinas Sosial Kota Metro, Kamis (1/4/2021).

“Saya ke dinsos untuk konfirmasi terkait rencana realisasi pembagian bantuan insentif lima ratus ribu untuk warga lanjut usia. Pembagian insentif itu, bagian dari program seratus hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Metro Wahdi Siradjuddin dan Qomaru Zaman,” kata Rio, dilansir harianmomentum.com.

Rio menjelaskan, di kantor Dinsos dia bertemu Kabid Linjamsos Sri Mubarokah. Kabid Linjamsos, kemudian mengarahkan Rio ke Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial bertemu Plt Kabid Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Wiwik Setiarini yang juga menjabat kasi bidang tersebut tetapi enggan dikonfirmasi terkait program tersebut dengan alasan akan memberi tahu terlebih dahulu ke Kadis dan Sekretaris Dinas.

“Saya izin untuk ambil foto. Belum sempat saya foto, dia langsung merampas HP saya, sambil bilang jangan difoto-foto, lalu diusir,” katanya.

Rio juga berdebat mengenai perampasan tersebut, namun Handphone yang dimaksud telah berpindah tangan kepada anggota staf yang bermaksud untuk menghapus rekaman suara konfirmasi.

“Saya rebut lagi HP itu. Setelah itu saya diusir keluar oleh staf lainnya. Bahkan, ada staf di ruangan itu yang mengancam akan memenjarakan saya,” lanjutnya.

Menurut Rio, dirinya sudah mencoba mengonfirmasi Walikota Metro Wahdi Siradjuddin terkait program seratus hari kerja tersebut sebelum ke Dinsos. Kemudian Walikota mengarahkan untuk mengonfirmasikan hal ini ke Plt Setda Pemkot Metro Bangkit Haryo Utomo.

Pasalnya, ketika sudah dikonfrimasi wartawan Iglobalnews.co.id, Donny Irawan juga menyampaikan,” kekerasan terhadap pekerja media sdh berulang, kerja wartawan ini dilindunggi UU Pers, dan juga hal ini masuk kedalam Ranah Pidana,” tegasnya.

Lanjut ia,” siapapun yang menghalangi kerja dan tugas Wartawan, baik pekerja media bisa di Pidana,” pungkasnya.

“Kemudian oleh Sekda diarahkan ke Dinsos, supaya dapat informasi yang jelas dan akurat. Tapi kejadian yang saya terima di Dinsos justru tidak mengenakan. Padahal niat saya mempublikasikan program seratus hari kerja walikota,” tutupnya.

Penulis : Ardi.

print

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top