Sulawesi Tengah

TKA China Mengalir ke Morowali, Timpora Akui Ada TKA yang Salah Gunakan Visa

Terbit Tanggal 2 Maret 2021 oleh Media iGlobalNews

Wahid Hasan ( ketua Timpora ) Kabupaten Morowali.

Photo Wahid Hasan Ketua Timpora Kabupaten Morowali.

MOROWALI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Ketua Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Morowali yang juga selaku Kaban Kesbangpol H.Wahid Hasan mengungkapkan bahwa, ada tenaga kerja asing (TKA) yang menggunakan visa wisata namun kenyataannya bekerja di perusahaan. Hal ini dikarenakan instansi yang tergabung di Timpora Morowali belum bekerja secara maksimal.

Hal tersebut disampaikan H.Wahid Hasan saat usai menggelar rapat koordinasi (Rakor) yang membahas terkait pemantauan dan pengawasan orang asing di Kabupaten Morowali yang digelar di Cafe Ba’A Desa Ipi Kecamatan Bungku tengah, Senin (1/3/2021).

Menurut Wahid Hasan, TKA yang datang di Morowali sudah sesuai dengan dokumen keimigrasian ada yang menggunakan visa wisata dan ada yang menggunakan visa pekerja.

Namun terkait adanya informasi bahwa ada TKA dengan visa wisata tetapi di pekerjakan di perusahaan itu diluar wewenang Timpora. Bahkan, kata Wahid Hasan TKA tersebut tidak memiliki skill (keterampilan,red).

Lanjut Wahid, terlepas dari itu sesuai kenyataan dan fakta menurut informasi yang kami terima bahwa banyak TKA yang bekerja sebagai buruh kasar (Crew). Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan, kata Wahid Hasan.

” persoalan penempatan tenaga kerja asing itu wewenang perusahaan, namun jika ditemukan TKA tersebut menggunakan visa wisata kemudian ditemukan bekerja diperusahaan, ini adalah kewenangan pihak Imigrasi untuk memberikan sanksi,” terang Wahid Hasan.

Ia menambahkan, kedepan Timpora akan mengundang pihak perusahaan yang mempekerjakan TKA untuk dilakukan sosialisasi dan edukasi setelah itu baru kami akan turun bersama Imigrasi untuk meminta data TKA, tambahnya.

Saat ditanya soal data TKA, Wahid Hasan mengakui masih terkendala dengan data yang diberikan oleh pihak perusahaan,olehnya kami akan turun bersama sama pihak imigrasi untuk meminta data TKA yang akurat, katanya.

” Ada TKA yang menggunakan visa wisata namun bekerja diperusahaan itu akibat pengawasan timpora yang belum maksimal,” pungkasnya.

Rakor antara timpora dengan imigrasi kelas II Non TPI Banggai dihadiri Kepala kantor Imigrasi Kelas II non TPI Banggai, Ketua DPRD, Kaban Kesbangpol, WaKapolres, Kodim 1311/Morowali, Kadis Nakertrans, Badan Inteljen Negara ( BIN ) Badan Inteljen Strategis (BAIS) Kajari Morowali, dan Kasat Pol PP.

Lemahnya pengawasan orang asing khusunya bagi TKA asal negara China di Kabupaten Morowali mendapat sorotan masyarakat bahkan dari kalangan buruh lokal.

Pasalnya ada indikasi terjadi penyalagunaan visa bahkan ditemukan ada TKA yang tidak memiliki skill namun dipekerjakan di perusahaan tambang nikel. Ini sudah jelas melanggar aturan keimigrasian dan merugikan negara hingga tenaga lokal tersingkirkan oleh TKA.

peliput : Abd Rahman Tanra.

print

Dirgahayu Kota Tangerang

Most Popular

Facebook

To Top