Serang

Abaikan Aturan BPH Migas, SPBU Ciagel Jual Pertalite Pakai Drigen dengan Jumblah Besar

Terbit Tanggal 3 Maret 2021 oleh Media iGlobalNews


SERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Sudah banyak terjadi Kebakaran di SPBU akibat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan Jerigen, Pengisian bahan bakar kedalam drigen dilarang dilakukan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Larangan itu disebabkan karena jeriken terbuat dari bahan yang mudah terbakar.

Namun Resiko dan aturan tersebut diabaikan oleh SPBU 34.42120 yang berada Jl. Raya Serang-Jakarta km 11 Desa Ciagel kecamatan Kibin kabupaten Serang provinsi Banten, yang setiap hari dapat mengisi puluhan hingga ratusan Jerigen pertalite dengan kapasitasnya mencapai ribuan liter untuk Satu pengusaha BBM Eceran.

Salah satunya pengusaha yang berinisial IDR warga Peusar kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, yang terlihat sedang mengisi BBM jenis Pertalite memakai puluhan jerigen Ukuran 30 liter dengan total 1000 liter menggunakan kendaraan Pick Up Carry untuk dijual kembali secara eceran di wilayah peusar kecamatan tiryasa kab Serang Banten, yang disinyalir tidak memiliki kelayakan angkutan juga ijin pengangkutan BBM, Selain itu hal ini membuat antrian menjadi mengular panjang, Rabu (3/3/2021).

Saat dikonfirmasi di area SPBU terkait aturan pengangkutan terhadap supir pick up yang sedang mengisi puluhan jerigen dan tidak mau menyebutkan namanya itu dengan sengaja atau pura pura tidak tahu mengatakan, ” Pertalite dalam jumlah Besar tidak ada aturannya karena ini Minyak Non Subsidi..jadi bebas aja,” ungkapnya.

Padahal Badan Pengolahan Hasil Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS) Sudah mengatur dalam Pasal 53 jo. Pasal 23 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang berbunyi (b. Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp 4 Miliyar.

Sementara ditemui dibelakang kantor SPBU Dimas selaku pengawas di SPBU tersebut membenarkan bahwa Minyak nonsubsidi bebas dibeli oleh masyarakat tidak ada larangannya, ungkap Dimas.

Sambil menanyakan identitas para Wartawan.
Dimas juga mengatakan sah sah saja masyarakat ingin membeli dalam jumlah besar kalau memang mampu?, Kami juga belum mendapatkan sosialisasi dari BPH Migas terkait Aturan yang membatasi pedagang eceran untuk membeli BBM dalam jumlah besar.

Menanggapi hal tersebut, Haerudin salah satu aktivis Pemerhati Lingkungan Hidup menyayangkan jawaban dari Pihak SPBU tersebut padahal resikonya sangat tinggi tidak hanya materil namun resiko korban Jiwa.

“karena pekerjaan pengisian jerigen termasuk pekerjaan kritis dimana ada potensi adanya Uap BBM yang menyebar ke daerah sekitarnya dari mulut Jerigen saat pengisian, campuran uap hidrokarbon dan udara membentuk senyawa yang siap meledak” Tegasnya

Ditambahkan Haerudin, Pasalnya Ijin pengangkutan BBM Sudah Diatur Oleh Pertamina BPH Migas bahkan memiliki sanksi Pidananya hingga denda Milyaran Rupiah, untuk SPBU Berdasarkan uraian tersebut, jika unsur kesengajaan pada pasal di atas terpenuhi, maka pihak SPBU dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindak pidana pembantuan. Mereka dapat dianggap membantu orang lain melakukan atau melancarkan pengangkutan BBM yang melanggar dan tidak sesuai aturan

“Ini semua demi menjaga agar tidak terjadi hal yang dapat menghilangkan nyawa Masyarakat ketika terjadi kebakaran terhadap Angkutan yang tidak Memiliki kelayakan atau ijin dalam pengangkutan BBM,” tutupnya.

Oki & Team

print

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top