Jambi

PT SAM Diduga Tidak Menepati Janji Hasil Mediasi dengan Petani Pola Kemitraan

Terbit Tanggal 8 Februari 2021 oleh Media iGlobalNews


SAROLANGUN, IGLOBALNEWS.CO.ID – PT Samudra Agro Mandiri (PT SAM) diduga tidak menepati janji hasil mediasi dengan Petani pola kemitraan yang diselenggarakan di Ruang Pola Hotel Golden pada tanggal 13 Januari 2021 silam.

Pada mediasi tersebut untuk menghindari terjadinya Konflik antara Petani Pola kemitraan dengan PT SAM Asisten ll Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sarolangun Ir Dedy Hendry memberikan solusi dan masukan bagi kedua belah pihak agar bisa saling menguntungkan.

Pola kemitraan antara Petani Pola dan PT SAM sesuai dengan perjanjian Pola kemitraan 70 – 30, 70% untuk perusahaan 30% untuk petani pemilik lahan.

Namun setelah kebun Kelapa sawit menghasilkan dan produksi pola bagi hasil 70-30 tersebut belum dapat di nikmati oleh para petani yang mengikuti pola kemitraan tersebut.

Keputusan sementara diambil untuk menghindari terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan dan menjadi Konflik berkepanjangan.

Pantauan media ini pada saat pertemuan pihak PT SAM dan Petani pola manager Plasma Mahyudi mengatakan bahwa jika lahan plasma lebih dari 4 ratus hektar dan belum maksimal menghasilkan, baru 76 hektar kebun plasma yang telah menghasilkan.

Atas Permohonan asisten ll hasilnya akan diberikan kepada petani Pola melalui koperasi Sawit Gurah Mandiri tanpa dipotong hutang, hanya dipotong biaya panen dan transportasi.

Kebijakan diambil agar tidak terjadinya Konflik berkepanjangan sebab beberapa petani sudah merasa kesal pihak perusahaan telah memproduksi buah kelapa sawit lebih dari 5 mobil Cold Diesal per hari, sementara pola bagi hasil 70-30 belum juga jalan.

Pada Rapat mediasi tersebut dihadiri Kadis TPHP Sakwan, Kadis Perindagkop Kasiyadi, Camat Mandiangin Pajardin, JM PT SAM Purwadi, Manager Plasma Mahyudi, Humas PT SAM Repliza perwakilan dari Subdanramil, perwakilan dari Polsek Mandiangin, Ketua Koperasi Sawit Gurah Mandiri Supriadi/ Leong, dan kades mandiangin tuo Erman Hidayat, beserta para pola kemitraan.

Para petani Pola saat ini sudah semakin kesal dengan pihak Perusahaan PT SAM dari informasi yang berhasil dihimpun media ini di lapangan beberapa petani dalam waktu dekat akan mengambil kembali lahan mereka dan menduduki lahan tersebut secara paksa.

“ini tanah kami, ini lahan kami mau kami tarik balik,” ujar Tabun yang di dampingi beberapa petani pola saat di konfirmasi media.

Terkait hal ini Manager Plasma Mahyudi saat dikonfirmasi media ini Senin melalui pesan via Whatsapp (8/2/2021) seperti melempar tanggung jawab dan menjawab, ” Maaf Bang, soal plasma coba tanya ke Pak Ref ato Pak GM ya, Soalnya sekarag beliau-beliau yang atur,” ujarnya.

Sementara itu Refliza selaku humas PT SAM yang disebut Mahyudi sebagi orang yang mengatur saat ini, saat di konfirmasi hanya membaca pesan dari media ini tanpa membalas sedikitpun.

Penulis : Andra.

print

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top