Hukum

Ketua Pokja Pengadaan Barang dan Jasa RS Sintanala Jadi Tersangka

Terbit Tanggal 21 Januari 2021 oleh Media iGlobalNews

Kajari Kota Tangerang, IDG Wirajana saat memberikan Keterangan, Kamis ( 21 / 1 / 2021 ))

Photo Kajari Kota Tangerang, IDG Wirajana saat memberikan keterangan Pers kesejumblah media pada Kamis (21/1/2021).

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, menetapkan dua tersangka tindak Pidana Korupsi, pengadaan barang dan jasa (Cleaning Service) RS Sintanala, Kota Tangerang, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Tahun Anggaran 2018 Kementerian Kesehatan senilai 3.8 miliar.

Dalam keterangan rilisnya Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, I.D.G. Wirajana mengatakan bahawa dua tersangka dugaan Korupsi, NA dan YY dari hasil penyidikan tim Kejaksaan Negeri Kota Tangerang. NA merupakan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) RS Sitanala dan YY adakah Pengusaha (Kontraktor).

Ketua Pokja NA seorang Aparatur Sipil Negara ( ASN ) di Satker RS Sintanala, diduga tidak melaksanaakan lelang sebagai mana mestinya, dan melakukan pengaturan pemenang lelang. sesuai Perpres No 70 Tahun 2012 atas Perobahan Perpres 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa, ungkapnya, Kamis (21/1/2021).

Lanjutnya, dari bukti – bukti awal, yang dikumpulkan Tim Intel yang bekerja sama dengan pihak Penyidik Pidana khusus (Pidsus) sudah ditingkatkan ke penyidikan atas Pengadaan barang dan jasa yang diduga tidak sesuai tender di RS. Sintanala Kota Tangerang.

RS Sintanala Kota Tangerang, Provinsi Bsnten mendapatkan anggaran 3.8 miliar, dari APBN Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun Anggaran 2018.

Masih kata Wira, dari 25 saksi yang sudah diperiksa Penyidik dan pemeriksaan berbagai dokumen tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka baru.

Kedua tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 UU 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan pasal 3 juncto pasal 18 UU 31 tahun 1999 sebagai mana ditambah dan diubah dengan UU No 20 Tahun 2001, Tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, pungkasnya.

Baca Juga  Cegah Penyebaran Covid-19, Kapolsek Pakuhaji Himbau Pedagang Pasar Malam untuk Tidak Berjualan Sementara Waktu

Penulis : JP. Dasuha.

print

Dirgahayu Kota Tangerang

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top