Bandung

Video Statement dari Oknum Para Kades di Sukabumi Yang VIRAL, LSM Garuda Indonesia : Geram!

Terbit Tanggal 25 November 2020 oleh Media iGlobalNews

Sumber foto Google.

Sumber foto Google.

BANDUNG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Guna menekan peningkatan penyebaran Virus Corona, semua pihak wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Dari 13 Protokol Mesehatan (Prokes) 4 diantaranya seperti memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir, menjaga jarak dan menjahui kerumunan.

Namun sangat disayangkan, dari 4 Prokes tersebut, seperti menjaga jarak diduga belum bisa diindahkan oleh Oknum para Kepada Desa (Kades) di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Ironisnya, sebagai Kades seharusnya meraka bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat khususnya pada warga Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar) terkait penerapan jaga jarak, apalagi angka positif Covid-19 terus mengalami peningkatan.

Dilansir pada laman haluanindonesia.com Terkait video viral statment dari para Kepala Desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Sukabumi, tentang ujaran kebencian atau ungkapan perlawanan kepada insan Media dan Lembaga Swadata Masyarakat (LSM). Dalam video berdurasi 26 detik itu diduga langsung di komandoi oleh wakil Ketua APDESI di depan kantor DPMD Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (24/11/2020).

Hal tersebut membuat seluruh unsur media meradang, dan sejumlah LSM mengecam, pasalnya pernyataan itu merupakan bentuk pelecehan profesi serta dinilai penghinaan pada lembaga/organisasi masyarakat secara masif.

Ketua Umum LSM Laskar Garuda Indonesia (LGI) Jawa Barat (Jabar), M Ifan Andita, mengaku geram atas sikap dan pernyataan APDESI Kabupaten Sukabumi, yang videonya telah beredar luas dibeberapa media sosial (Medsos). “Kami LSM LGI menentang pernyataan tersebut. Karena LSM, Ormas dan Pers (insan Media) merupakan lembaga yang diakui oleh negara, yang diberikan hak untuk mengontrol dan mengawasi kinerja aparatur pemerintah,” tegas Ifan Udel (sapaan akrabnya), kepada haluanindonesia.com, Selasa (24/11/2020) malam.

Baca Juga  Setelah Semarang dan Jakarta, Kini Bandung Resmi Miliki RSI

“Kami minta kepada APDESI Kabupaten Sukabumi, untuk menunjuk LSM, Ormas, Pers, mana yang dituduh sebagai pemeras. Dan, kami dari LSM LGI menuntut kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, untuk mencopot orang-orang yang terlibat dalam video tersebut dan memprosesnya secara hukum. Karena ini adalah fitnah,” tegas Ifan lagi.

Sementara itu, Yudiyanto, Humas Ikatan Wartawan Online (IWO) Jabar, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, statmen yang dikatakan oleh Ketua APDESI Kabupaten Sukabumi, merupakan bentuk dari ungkapan kebencian pada insan Pers, ucapnya.

“Ini dapat melahirkan bentuk Gap, antara pemerintah Desa dan rekan media. Bahkan bisa berujung pada penutupan akses semua media pada kemajuan desa di wilayah Kabupaten Sukabumi,” ujar Yudi, Selasa (24/11/2020).

IWO Garut Mengecam pernyataan oknum para Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi tersebut, Ketua PD IWO Garut, Robi Taufiq Akbar, mengatakan, pernyataan yang dilontarkan oleh Ojang Sopandi selaku wakil Ketua APDESI, yang menantang wartawan (Media) dan LSM, merupakan tindakan yang tidak terpuji dan sangat tidak pantas.

“Ini merusak insan pers. Jika memang ada persoalan dengan wartawan yang dianggap ‘mengobok-ngobok’ itu bisa di selesaikan secara individual, tanpa harus menantang wartawan atau LSM. Kalau memang tidak enak adanya perlakuan yang tidak menyenangkan kenapa harus menantang kami,” ucapnya.

Robi menuturkan, akan mengajak seluruh insan pers untuk bergerak dan mengecam pernyataan yang dilontarkan Ojang. “Jangan sok bersih, jika memang tidak bersalah atau tidak melanggar aturan kenapa mesti takut. Wartawan mengkritik untuk kebaikan jalannya roda pemerintahan. Kami mengecam keras,” tegas Robi.

Penulis : Sugiyanto

print

New Note 1

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top