Bandung

Satlantas Polresta Bandung Optimalkan Layanan Prima Kepada Masyarakat

Terbit Tanggal 26 November 2020 oleh Media iGlobalNews


BANDUNG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Dalam meningkatkan pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) kepada masyarakat, Satlantas Polresta Bandung terus berupaya mengoptimalkan pelayanan prima kepada masyarakat.

Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Erik Bangun Prakasa melalui Kasubnit | Satlantas Polresta Bandung, IPDA Lilim mengatakan bahwa terkait proses dalam pembuatan SIM seperti proses sidik jari harus dilakukan sidik jari sampai muncul nilainya sampai dengan 60%.

“Jadi waktu proses sidik jari jika nilainya belum keluar sampai dengan 60%, maka proses sidik jarinya kita ulang lagi, kita cari yang pas sampai muncul nilainya sampai dengan 60% baru bisa lanjut proses photo,” terangnya, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (25/11/2020).

“Saat itu pemohon SIM harus lebih sabar yang lainnya, karna kalau yang satu itu belum beres belum bisa geser ke yang lain kalau belum beres,” sambungnya

Dikatakannya, proses sidik jari dalam pembuatan SIM tidak bisa menggunakan sidik jari orang lain. Kenapa enggak bisa pakai sidik jari orang lain?

“Nanti kasihan lima tahun kedepan pas mau perpanjangan SIM-nya dia harus nyari dulu sidik jari orang tersebut (yang sidik jarinya dipakai), terus orang yang sidik jarinya telah dipakai oleh pemohon SIM tersebut sudah tidak bisa lagi bikin SIM karna sidik jarinya sudah dipakai, itu safety lagi,” terangrnya.

“Makanya anggota juga sudah enggak bisa ngapa-ngapain lagi,” tambahnya.

Nanti untuk identifikasinya, lanjutnya, itu ketahuan langsung, nanti mungkin dari Korlantas kerjasama dengan Regident, nantikan ketahuan semua hasil sidik jarinya, karna nilainya itu sudah dirumuskan langsung sekarang sama Korlantas.

“Makanya enggak boleh sama sekali kalaupun lama, ya petugas harus sabar, bikin jari tangan pemohon SIM di lap dululah, dikeringin atau digimanain supaya sidik jarinya bisa muncul minimal 60% nilai dari sidik jari tersebut. Kalau enggak muncul, ya coba diusaha-usahakan lagi,” ujarnya.

Baca Juga  Video Statement dari Oknum Para Kades di Sukabumi Yang VIRAL, LSM Garuda Indonesia : Geram!

“Disinilah perlu kesabaran, ya mohon maaf mungkin kepada pemohon SIM yang lain, salah satunya itu harus sabar menunggu dulu, karna kalau dulu proses sidik jari cukup dengan satu jari, sekarang 10 (sepuluh) jari tangan dirumuskan semua kiri kanan,” sambungnya.

Jika sidik jarinya tetap tidak bisa diproses, lanjutnya, pemohon SIM tersebut mau enggak dibikin surat laporan sidik jarinya cacat? Kalau misalnya kata dia ya udah dari pada enggak bisa bikin SIM, enggak apa-apa sidik jarinya dibuat surat laporan bahwa sidik jarinya rusak atau cacat, barulah dibuatkan surat laporan bahwa sidik jarinya rusak atau cacat karna sudah enggak bisa kebaca. Kenapa enggak bisa kebaca? Karna di kita itukan banyak yang megang cankul, arit. Nah itukan otomatis jarinya kegesek-gesek.

“Tapi itu harus sepertujuan dulu dari pemohon SIM tersebut, apakah dia mau tidak dibikin surat laporan bahwa sidik jarinya rusak atau cacat sudah enggak kebaca,” ucapnya.

Ditambahkan, persyaratan dalam proses pembuatan SIM harus menggunakan e KTP.

“Karna kalau bukan e KTP pemohon SIM enggak bisa bikin SIM,” ujarnya.

Dalam proses pembuatan SIM baru maupun perpanjangan, dihimbau petugas harus lebih sabar dalam melayani dan masyarakat juga mungkin agar lebih bersabar lagi dengan waktu, karna apa? Karna untuk ketelitian kita, ya untuk safety kita semuanya, baik dari petugas juga safety, dari pemohon juga safety. Safetynya apa?

“Ya dia untuk lima tahun kemudian, kedepan untuk perpanjangan SIM-nya harus pakai sidik jari dia lagi. Kalau dia enggak sabar. Ah gimana caranya minta tolong gimana caranya sidik jarinya bisa masuk. Nanti dia ruginya lima tahun kedepan, karna orang yang dipinta sidik jarinyapun rugi, karna lima tahun kedepan sidik jari itu akan menentukan, benar enggak sih itu punya dia atau bukan? Karna nanti sidik jari itu akan lebih terkonek, nanti apabila terjadi kecelakaan atau apa dari sidik jari itu akan ketahuan SIM tersebut sidik jarinya atas nama pemilik siapa,” jelasnya.

Baca Juga  Meski Program Triple Untung Plus 2020 Telah Berakhir, WP di Samsat Bandung Timur Masih Cukup Ramai

Dikatakannya, bagi masyarakat yang ini melakukan perpanjangan SIM-nya bisa dilakukan dari seminggu sebelum masa berlakunya SIM-nya habis, karna sekarang ini lebih dipermudah lagi, orang Palau kerja disini juga bisa perpanjangan SIM disini, karna sekarang ini pelayanan SIM online Se-Indinesia.

“Jangan sampai SIM-nya kelewat, karna kalau sampai kelewat sehari saja harus mengulang bikin SIM baru,” katanya

Terkait dengan material SIM, sambungnya, alhamdulillah untuk sekarang ada terus, sampai akhir tahun juga aman.

“Karna sekarang kita lebih mengutamakan pelayanan terhadap masyarakat, agar masyarakat lebjh merasa terbantu lagi,” tutupnya.

Penulis : Sugiyanto.

print

New Note 1

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top