Tangerang

Polsek Mauk Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan Wanita

Terbit Tanggal 26 November 2020 oleh Media iGlobalNews


TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Ketua Bidang Hukum Pelangi (Persatuan masyarakat Lahewa Nias Tangerang) Yunius Lase, SH angkat bicara terkait lambannya Proses hukum dugaan pengeroyokan yang menimpa diri wanita bernama Agustina Lase.

Peristiwa pengeroyokan tersebut menurut Yunius Lase telah dilaporkan Korban ke Polsek Mauk Polresta Tangerang sejak 30 Oktober lalu.Tetapi hingga saat ini belom ada perkembangan dari polsek terkait kasus tersebut.

“Saya sangat menyayangkan pihak Polsek Mauk seakan tidak serius menangani kasus dugaan pengeroyokan yang dilakukan beberapa pria terhadap wanita bernama Agustina Lase,” ungkap Yunius Lase saat ditemui di Kantornya di daerah Citra Raya Kabupaten Tangerang.

Dirinya mempertanyakan kendala apa yang ditemui pihak Kepolisian dalam penyelidikan, hingga belum menetapkan para pelaku menjadi tersangka.

“Korban ini kan seorang wanita. Apa lagi dia di keroyok oleh beberapa orang pria. Menurut saya ini sudah termasuk penganiayaan berat karena menimbulkan korban luka- luka hingga membuat korban tak bisa melakukan pekerjaannya, harusnya pelaku yang diduga lebih dari satu orang ini segera di tahan, bukan hanya di buatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saja,” tegasnya.

Diketahui melalui Kronologis laporan Kepolisian korban. Sebelum peristiwa pengeroyokan terjadi. Agustina Lase (Korban) yang keseharianya sebagai Bank keliling (Koperasi), datang bersama kedua rekannya Anilia Geo dan Yulinka Sarah ke kediaman seorang nasabah guna menagih hutang. Ketiganya mengaku, saat itu menagih dengan cara baik baik, namun ternyata taghan tersebut dijawab dengan kata kasar oleh sang nasabah.

Korban lalu sempat cekcok dengan mulut dengan nasabahnya. Saat sedang cekcok itulah, tiba-tiba saja 2 (dua)orang lelaki keluar dari dalam rumah nasabah tersebut dan menghampiri korban seraya mendorong sambil menjambak rambut serta menampar wajah korban. Mendapat tindak kekerasan dari kedua pelaku, korban hanya diam dan langsung keluar dari rumah nasabah tersebut. Usai peristiwa, korban masih sempat melakukan tugasnya menagih ke beberapa rumah nasabah yang lain.

Baca Juga  Cegah Penyebaran Covid-19 Serta Dukung AKB, BPJS Luncurkan Pandawa

Seakan tak puas, saat korban sedang berada di rumah nasabah yang lain, kedua pelaku masih menghampiri korban. Lalu Korban dihajar kembali hingga korban mengalami memar dibagian hidung. Pasca kejadian, korban segera melapor penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polsek Mauk Polresta Tangerang.

Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi resmi dari tim penyidik maupun Kapolsek Mauk terkait lambannya penanganan kasus penganiayaan tersebut

Penulis : Red.

print

New Note 1

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top