Jambi

Pentani Pola Desak PT SAM Realisasi Hasil Kemitraan

Terbit Tanggal 24 November 2020 oleh Media iGlobalNews


SAROLNGUN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Puluhan Warga Petani pola kemitraan dengan pihak PT Sumatera Agro Mandiri (SAM) asal dari beberapa desa dalam wilayah kecamatan Mandiangin pada Selasa (24/11/2020), mendatangi Kantor PT SAM yang terletak di belakang Desa Mandiangin Tuo Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun Jambi.

Kedatangan Warga yang berjumlah puluhan orang ini mendesak pihak perusahaan agar segerah merealisasikan tentang hasil pola kemitraan dengan pihak Perusahaan PT SAM yang Sudah seharusnya sudah ada hitungan nya, namun hingga ada yang sudah 48 bulan semenjak masa pembebasan lahan belum juga ada kejelasan secara Ril Perhitungan dari hasil pola kemitraan dengan pihak Perusahaan.

Para Petani Pola meminta agar pihak perusahaan bisa transparan dan terbuka terhadap hasil panen yang sudah berjalan beberapa bulan ini.

Selain itu para petani juga meminta agar pihak perusahaan PT SAM dalam segala kegiatan untuk melibatkan koperasi yang telah didirikan.

Para petani pola juga meminta kejelasan tentang Dana talangan yang tidak ada dalam kontrak Pola kemitraan namun bisa direalisasikan hanya beberapa petani saja sebagai penerima dari dana tersebut.

Menurut Para petani Dana talangan tersebut bisa menimbulkan konflik dan mengundang banyak pertanyaan.

Dari pihak Perusahaan PT SAM hadir manager Plasma Mahyudi dan Lucky, dari warga petani pola di hadiri langsung oleh ketua koperasi Supriadi Leong, Kades Mandiangin Tuo Erman Hidayat, H Jamal dan Puluhan Warga lainnya.

Dalam audiensi Mahyudi Manager Plasma menjelaskan, jika Pihak perusahaan saat ini lagi memverifikasi data plasma, untuk masalah hutang pihak bank la yang bisa menjelaskan dan menghitung berapa hutang dalam membangun kebun tersebut.

Baca Juga  Dukcapil Sarolangun Lakukan Perekaman KTP-E di Lima Kecamatan

Mahyudi juga mengatakan bahwa jika Pengalamannya sudah 14 tahun di bagian Plasma, ” Petani pola jangan Ragu nanti pihak perusahaan akan menentukan kebun terbaik untuk di jadikan lokasi kebun Plasma tersebut,” ungkapnya.

Para petani bersikeras agar pihak perusahaan secepat Nye bisa menentukan dimana letak kebun Plasma pola kemitraan tersebut dengan harapan bisa membantu memantau jalan nya perawatan kebun.

” Banyak kebun yang di pinggir tidak ada perawatannya, telah berada dalam semak,” ujar salah satu warga.

” Kami tidak mau kalau di hitung dari tahun tanam kami mau saat perushaan telah panen hitungan pola kemitraan sudah jalan,” kata Albar warga asal Mandiangin Tuo.

Dikarenakan Mahyudi tidak bisa ambil keputusan terhadap tuntutan Petani pola Mahyudi berjanji jika Pertemuan akan di lanjutkan pada tanggal 2 Desember 2020 nanti dan pihak perusahaan yang berkompeten akan hadir pada pertemuan tersebut.

Sementara itu salah satu warga yang Bernama Tabun mewanti wanti agar pihak perusahaan jangan main main jika tidak ada kejelasan soal pola Kemitraan Plasma, ” kami akan ambil kembali lahan kami, dan kita akan stop kegiatan panen, agar pihak perusahaan jangan menjual hasil kebun dulu sebelum ada kejelasan dimana letak kebun Plasma pola kemitraan,” tutupnya.

Penulis : AR

print

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top