Serang

Lagi- lagi Proyek Galian Pipa PDAM Kabupaten Serang Diduga Tidak Patuh Aturan, Kemana Dinas Perkim?

Terbit Tanggal 1 November 2020 oleh Media iGlobalNews


SERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Adanya kegiatan Proyek Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) berlokasi Desa Cikande Kecamatan Cikande Kabupaten Serang diduga masih misterius, Sabtu (31/10/2020).

Pasalnya Papan Proyek yang seharusnya sebagai sarana Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tidak terpasang dilokasi kegiatan.

Saat Wartawan Iglobalnews Konfirmasi dilokasi kegiatan tersebut Aji Kepala Tukang (Mandor,Red), menurut Aji, saya pekerja yang ke tiga kali setelah pergantian dua kali, saya juga beban kerjaannya gak sesuai standar bahkan karung saja saya pakai uang pribadi belinya.

“Saya cuma lanjutin pak, saya udah yang ke-3 (tiga) kali, saya ga tahu masalanya, karung si saya udah ngajuin tapi belum dikasih, sampe saya beli karung 50 rb pakai uang pribadi, sebelumnya saya dapet proyek galian pdam atau PLN ga kaya gini, papan plang saya juga ga tau dari pertama kerja ga ada,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui amanat Undang– undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Kepres No.80 Tahun 2003 yang mana rekanan wajib menginformasikan kepada publik seperti nama perusahaan pelaksanaan dan pengawasan.

Tujuan diberlakukannya Keputusan ini adalah agar pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang sebagian atau seluruhnya dibiayai APBN/APBD dilakukan secara efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabe, tentunya juga menjaga akan adanya tindak pidana Korupsi.

Dari Informasi yang dihimpun dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kab. Serang, Nama pemenang PT. Cipta Muda Perkasa, harga penawaran Rp 1.709.828.843.31, alamat Perum Sepang Mountain Residence Blok B1 No. 03 Kel. Sepang Kecamatan Taktakan-Kota Serang Banten.(foto terlampir)

Baca Juga  HUT TNI ke-72, Dua Ribu Warga Banten Ikut Operasi Katarak Gratis

Miris, terlihat pemasangan pipa nya di pasang saat galian masih di genangi air dan ditambah lagi pemasangan pipa PDAM ini tidak disertai dengan hamparan pasir terlebih dalulu sebagai material perata.

Arsikem warga setempat saat dimintai keterangan menjelaskan bahwa selama ada kegiatan belum ada pemberitahuan sebelumnya dari kontraktor, bahkan bunga yang dihalaman rumahnya rusak kena galian.

” Ga ada obrolan (ada galian PDAM) pak ke warga juga, malah tanaman kembang saya ancur pak saya pindahin sendiri tuh kesitu, maaf ya pa yah kalo untuk masyarakat mah gapapa, cuma gimana sih minta ijin dulu ke,” kesalnya.

Ditempat yang sama, Bahri menyesalkan selaku warga setempat juga, “selama ini warga tidak pernah melihat papan proyek, lalu tanah hasil galian pun tidak di masukan ke karung ditambah tidak pakai rambu, khawatir pengendara motor yang lewat jatuh ke lubang galian,” sebutnya.

Sementara pantaun di lapangan para pekerja tidal dilengkapi Safety, menurut tukang yang tidak menyebutkan namanya, tidak diberikan safety, papan plang dan rambu rambu lalu lintas juga tidak ada.

” hente, da urang kawas kieu bae iyeh (enggak, saya kaya begini aja,Safety,red), Te aya papan plang jeng rambu ge (tidak ada plang sama rambu), karung katanya tar tapi ga dikasih kasih, Jawabnya

Berkenaan dengan Safety atau Alat Pelindung Diri untuk para pekerja kontruksi proyek pemerintah sudah di atur oleh PERMEN PU. Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) Kontruksi Bidang Pekerjaan Umum, dengan jelas bunyi dari pasal. 4 ayat (1) setiap penyelengaraan pekerjaan kontruksi bidang Pekerjaan Umum wajib menerapkan SMK3 kontruksi bidang PU. Pasal 8 ayat (11) Penyedia Jasa yang telah ditetap sebagai pemenang, wajib melengkapi RK3K dengan rencana penerapan K3 Kontruksi untuk seluruh tahapan pekerjaan.

Baca Juga  Kapolda Banten bersama Gubernur Lakukan Sidak Harga Sembako Jelang Ramadhan

Sampai berita ini diterbitkan pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan Kabupaten Serang Belum Dapat di konfirmasi, Seperti apa tanggapannya kita tunggu berita selanjutnya.

Penulis : Nero.

print

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top