Bandung

 Kapolrestabes Bandung Ungkap 2,5 Ton Sarung Tangan Bekas Hasil Daur Ulang

Terbit Tanggal 21 November 2020 oleh Media iGlobalNews


BANDUNG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung bersama Polsek Bandung Kidul berhasil ungkap 2,5 ton sarung tangan karet hasil daur ulang akan diedarkan kembali.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan bahwa dari kasus tersebut polisi mengamankan seorang tersangka berinisial GR (39) tahun. Tersangka diduga akan mengedarkan sarung tangan medis bekas itu untuk mencari keuntungan ekonomi.

“Jadi sarung tangan bekas itu dibuat baru, dikemas di dalam kotak, harga jualnya masih kita dalami, tapi sejauh ini diduga harganya dari Rp. 60 ribu sampai Rp. 75 ribu per kotaknya,” kata Ulung di Polrestabes Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Jumat (20/11/2020).

Lanjut Ulung, berdasarkan pengakuan tersangka, penimbunan sarung tangan itu telah dilakukannya sejak satu bulan lalu. Namun, polisi menduga berdasarkan barang yang ditemukan serta petunjuk lainnya, aktivitas GR itu telah dilakukan selama enam bulan.

“Sudah sempat diedarkan dijual di Jakarta dan Surabaya. Jadi bekas sarung tangan dikumpulkan lagi, jadi direkonstruksi seolah-olah jadi baru, padahal itu sudah bekas,” katanya.

Selain itu, dia menjelaskan GR mempunyai 178 karyawan yang diberi upah Rp 50 dalam pekerjaan satu hari. Namun menurutnya karyawan itu merupakan pekerja di bawah umur.

Sejauh ini, menurutnya tidak menutup kemungkinan barang tersebut telah diedarkan hingga digunakan oleh tenaga medis. Karena sarung tangan tersebut nampak seperti baru setelah didaur ulang oleh tersangka.

“Makanya sedang kita dalami, apalagi kalau tenaga medisnya tidak tahu, kan kita lakukan juga uji lab (laboratorium) sarung tangan ini, kebersihannya sampai di mana,” kata Ulung.

Atas perbuatannya, GR disangkakan Pasal 63 juncto Pasal 8 Ayat 1 Huruf a dan ayat 2 UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Pasal 197 juncto Pasal 105 Ayat 1 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang tidak adanya izin edar alat kesehatan. Dirinya (tersangka,red) disangkakan Pasal 185 juncto Pasal 68 UU RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang mempekerjakan anak di bawah umur. Dari tiga unsur sangkaan tersebut, GR terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga  Dinkes Muba Sharing Program Layanan PSC di Kota Bandung

Untuk itu, Ulung mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dalam membeli sarung tangan medis. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memusnahkan, atau menggunting sarung tangan itu setelah digunakan supaya tidak bisa didaur ulang oleh oknum tertentu.

Penulis : Hms/Sugiarto.

print

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top