Tangerang

Teknis Proyek Betonisasi Bumi Perkemahan Kitri Bakti Curug Jadi Sorotan LSM Lipan HAM

on


TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Proyek lanjutan pembangunan Bumi Perkemahan Kitri Bakti Curug yang dikerjakan PT. Karya Laksana Sejahtera Sukses dengan pagu anggaran Rp 3.374.000.000 diduga tidak sesuai teknis pengerjaannya menjadi sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lipan HAM.

Darus Amin Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lipan HAM menilai Pengecoran halaman pada proyek lanjutan pembangunan Bumi Perkemahan Kitri Bakti Curug (GSG) terkesan terlalu dipaksakan.

Hal itu katakan Darus, kondisi tekstur tanah yang kurang baik (amblas) jika tidak dipadatkan kembali. Bahkan dibiarkan begitu saja, tetap memaksakan melakukan pengecoran tanpa ada perbaikan, bisa menyebabkan tekstur pada lantai beton mengalami perubahan dan terjadi keretakan.

Terlebih faktor beban yang terlalu berat pada lantai kerap menjadi penyebab terjadinya keretakan pada lantai beton sehingga tidak bertahan lama.

“K-3 aja dia tidak pakai oleh pekerja, apa lagi bisa dilihat tanahnya aja juga masih labil tuh lihat sendiri seharusnya digiling (dipadatkan) lagi tambah LPB ya. Ini terlalu dipaksakan,” ucap Darus dilokasi kegiatan.

Lanjutnya, “Jadi gak usah itung LPB agregat apalah, ini kan masih belum layak untuk dicor, saya udah belasan tahun mengawasi pekerjaan begini dan belum pernah ketemu sama proyek seperti ini,” tegas Darus, Sabtu (17/10/2020) malam.

Dirinya (Darus,Red) menambahkan, untuk pemasangan besi tibar harus sesuai standar ukuran berkisar 15 hingga 50cm.

“Pemasangan tibar harus standar ukuran nya atuh,” cetusnya. “Yang gak ada di RAB gak dipasang??? logikanya apa lagi gak ada dipasang itu gak masuk akal aja. Yang ada di RAB aja gak dipakai apa lagi emang gak ada mungkin dia mau masang,” jelasnya.

Sementara pelaksana pengerjaan Fadlan menjelaskan, dalam hal pemakaian pembesian tibar komponen yang digunakan sebagai penyambung/pengikat pada sambungan pelat beton perkerasan tidak tertera di Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dan buka secara teknis pengerjaan, melainkan sebuah kebijakan.

Baca Juga  Ketua PN Tangerang Rapat Koordinasi dengan 3 Kejari Atasi Covid-19

“Abang download nih di pelelangan, disini gak ada tibar gak ada pembesian cuman ada wiremesh. Silahkan didownload nanti kalo ingin keterangan lebih jelasnya tanya ke dinas saja langsung,” ungkapnya.

“Dari dinasnya gak ada tibar gak ada pembesian hanya ada wiremesh bukan kah saya bersikap baik ada wiremesh ada tibar?,” sebutnya.

Kembali Darus mengatakan, untuk pemasangan besi tibar harus sesuai standar ukuran berkisar 15 hingga 50cm.

“Pemasangan tibar harus standar ukurannya atuh,” cetusnya.

“Yang gak ada di RAB gak dipasang??? logikanya apa lagi gak ada dipasang itu gak masuk akal aja. Yang ada di RAB aja gak dipakai apa lagi emang gak ada mungkin dia mau masang,” tambahnya.

Hingga berita ini kembali diterbitkan dan sudah dua kali dilakukan pengecoran, pihak PPTK dan Pengawas dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) tidak terlihat dilokasi pengerjaan.

Diduga para pejabat dinas DTRB enggan turun memonitoring ke lapangan lantaran ingin membiarkan dan menghindari cahaya kamera awak media.

Penulis : A Jueni.

print

About Media iGlobalNews

Media online iGlobalNews adalah media informasi dan inspirasi. Media iGlobalNews mengabarkan berita secara cepat, tepat, terpercaya dan memberikan sajian secara aktual, tajam dan kredibel.