Jakarta

Rangga Anak Heroik Membela Ibunya dari Serangan Kekerasan Seksual Jadi Sorotan Komnas PA

on

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

Photo Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak.

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Kasus Rangga (9) tahun anak heroik membela ibunya dari serangan kekerasan seksual di Aceh menjadi catatan bagi pergerakan perlindungan anak di Indonesia
Fakta menunjukkan bahwa Indonesia situasinya dalam keadaan Darurat Kekerasan terhadap Anak, Rabu (21/10/2020).

Adalah Sesungguhnya kewajiban kita semua untuk memberikan Perlindungan kepada Anak, bukan justru anak dibiarkan sendiri membela dirinya dan perlindungan dari serangan orang dewasa.

Tengok saja kasus Rangga di Aceh secara heroik mampu membela dan melindungi ibunya dari serangan Kekerasan Seksual di rumahnyal walau harus meregang nyawa.

Lalu pertanyaannya, apa peran kita dan apa yang harus kita lakukan dalam memutus mata rantai Darurat Kekerasan di Aceh dan di Indonesia?.

Aceh Darussalam sesungguhnya adalah wilayah (daerah,red) religius yang memegang teguh prinsip-prinsip dan nilai- nilai keagamaan. Namun mengapa kekerasan di Aceh justru di daerah ini terus meningkat khususnya kekerasan seksual terhadap anak perempuan. “Apa yang salah di Aceh”, sebut Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) dalam keterangan Pers menyikapi kasus Rangga bocah 9 tahun yang membela ibu sebagai korban kekerasan seksual di Aceh.

Lebih Arist menerangkan, atas peristiwa ini. Bersamaan 22 tahun “Selebrasi” Komnas PA hadir ditengah-tengah masalah ana Indonesia 1998-2020, Tim Advokasi dan Litigasi Komnas PA akan berkunjung ke Aceh untuk memberikan penghargaan melalui ibu korban serta membentuk tim pengawal kasus ini dengan melibatkan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Aceh dan asistensi dari tim lawyer anak di Banda Aceh dan Medan..

Melalui peristiwa keji dan biadab ini, Komnas PA mengajak masyarakat Aceh menjadikan peristiwa ini titik awal dari gerakan perlindungan Anak berbasis rumah dan kampung di Aceh.

Baca Juga  Ketum PWI Pusat Terpilih Akan Warnai Visi Baru di Lima Tahun ke Depan

“Masyarakat Aceh tidak bisa diam atas peristiwa. Ayo bergerak ajak Arist, “Jangan biarkan anak-anak kita dalam zona merah kekekerasan karena kelalaian kita”.

” Ayo kita gunakan momentum ini untuk bangkit membangun memutus mata rantai kekerasan seksual di Aceh berkaca dari kasus Rangga,” ajak Arist.

Penulis : Nero.
Sumber Komnas PA.

print

About Media iGlobalNews

Media online iGlobalNews adalah media informasi dan inspirasi. Media iGlobalNews mengabarkan berita secara cepat, tepat, terpercaya dan memberikan sajian secara aktual, tajam dan kredibel.

Recommended for you