kriminal

Pasca Rusuh Aksi Demo Omnibus Law di Kota Tangerang, 6 Orang Dijadikan Tersangka

on

TANGERANG, IGLOBALNEW.CO.ID – Pasca terjadinya peristiwa Anarkis dalam Aksi Demo penolakan Omnibus law (Undang-Undang Cipta Kerja) di wilayah Batu Cepter Kota Tangerang. Pihak kepolisian dari Polres Metro Kota Tangerang kini telah menetapkan enam (6) orang sebagai tersangka. Empat (4) orang bersatus sebagai pelajar, satu orang bersatatus buruh dan satu orang lagi bersatus pengangguran.

Hal itu diungkap oleh Kapolres Metro Kota Tangerang Kombespol Sugeng Hariyanto dalam Konferensi pers yang digelar di Mapolres kota Tangerang, Rabu (14/10/2020).

“Dari hasil pemeriksaan, Polisi telah menetapkan enam (6) orang diduga sebagai pelaku Anarkis. 4 pelajar, satu buruh dan satu pengangguran,” ungkap Kapolres dalam keterangan persnya.

Dalam aksi tersebut, lanjut Kapolres, ke-6 tersangka diduga keras melakukan perusakan mobil Polisi serta melakukan pemukulan terhadap anggota kepolisian yang bertugas mengawal aksi demo.

“Pelaku berinisial EBP, DG, MTS, MS, S dan SI memiliki peran yang berbeda saat melakukan aksi anarkis yang terjadi saat aksi demo Omnibus law. Untuk tersangka EBP, berperan menendang dan melempar batu kepada salah satu anggota polisi. Tersangka DG juga melempar batu ke arah Polisi dan TNI, serta merusak tutup tangki kendaraan Sabhara.Tersangka MTS melempar batu ke petugas polisi dan melempar botol ke arah mobil patroli Sabhara. Lalu tersangka MS menendang lampu sign depan sebelah kiri mobil patroli Sabhara. Tersangka S naik ke atap mobil dan menginjak-injak mobil patroli dan tersangka MI berperan menendang pintu sebelah kiri mobil patroli Shabara sebanyak tiga kali,” beber Kapolres.

 

Kapolres Metro Kota Tangerang Kombespol Sugeng Hariyanto saat Konferensi pers, Rabu (14/10/2020).

Poto Kapolres Metro Kota Tangerang Kombespol Sugeng Hariyanto saat Konferensi pers, Rabu (14/10/2020).

Dalam peristiwa ini pihak kepolisian masih mendalami apakah aksi anarkis yang dilakukan ke-6 tersangka ini terorganisir ataukah spontanitas lewat pengecekan percakapan telepon genggam milik para tersangka.

Baca Juga  Empat Tersangka GengRAPE Terancam Hukuman Seumur Hidup Penjara

“Sejauh ini belum ditemukan indikasi adanya pemberian uang kepada para pelaku dari komunikasi HP yang bersangkutan, hanya bersifat ajakan saja. Belum mendalami sampai kesana, seandainya memang ada yang mendanai akan kita proses,” pungkasnya.

Atas perbuatannya ke-6 tersangka kini dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara, Pasal 212 juncto Pasal 213 KUHP ancaman hukuman 8 tahun 6 bulan, dan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

Penulis : Jfr.

print

About Media iGlobalNews

Media online iGlobalNews adalah media informasi dan inspirasi. Media iGlobalNews mengabarkan berita secara cepat, tepat, terpercaya dan memberikan sajian secara aktual, tajam dan kredibel.