Jakarta

Komnas PA Desak Polsek Percut Seituan Menangkap dan Menahan Predator Seksual Anak

on

Ketua Umum Komnas Perlindungan (Komnas PA) Anak Arist Merdeka Sirait

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mendesak Kapolsek Percut Seituan segera menangkap dan menahan pria berinisial H (35) tahun warga Percut Rotan, Deliserdang untuk menanggungjawabi perbuatan tindak pidananya.

” Atas perbuatan H sudah layak dikenakan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. Oleh sebab itu demi kepentingan terbaik bagi anak dan keadilan hukum bagi korban, dan saya meminta Polsek Percut Seituan segera menangkap dan menahan terduga pelaku dan menjerat terduga pelaku dengan Undang-undang (UU) RI Nomor : 17 tahun 2016 tentang penerapan Peraturan Pengganti UU Nomor : 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor : 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,” sebut Arist, Jumat (23/10/2020).

Mengingat ancaman pidananya diatas 5 tahun dan maksimal 20 tahun maka tidak ada alasan bagi Polsek Percutseituan untuk tidak menangkap dan menahan pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban hukumnya.

Perbuatan terduga pelaku sudah merupakan tindakan kriminal luar biasa, sesungguhnya pelaku sebagai tetangga korban harus bertindak melindungi dan menjaga anak dari predator kejahatan seksual namun pelaku justru melakukan tindakan yang sangat keji dan biadab dan oleh karenanya oelaku patut dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Pelecehan terhadap anak tidak dapat ditoleransi akal sehat manusia karena dilakukan dengan penuh sadar bahwa korban adalah anak-anak yang tak mampu membela dirinya.

Namun sayangnya Polsek Percutseituan tak kunjung menangkap pelaku predator anak dibawah umur warga Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang.

Ibu korban (32) tahun pada Rabu 21 Oktober 2020, menjelaskan bahwa anaknya sebut saja Putri (7) telah menjadi korban pencabulan.

” Anaku telah 5 kali mengalami perbuatan cabul oleh terduga pelaku bernama H (35) yang merupakan tetangga korban,” ungkapnya.

Baca Juga  12 Siswi SMA Menganiaya Siswi SMP di Kota Pontianak

Dirinya (Ibu korban,Red) menambahkan, pihak keluarga telah melaporkan ke Polisi dengan 13 September 2020, namun hingga hari ini pelaku masih bebas berkeliaran di rumahnya.

” kejadian pencabulan ini terkuak usai korban menceritakan kejadian yang dialami kepada kakaknya yang berumur 10 tahun kalau kemaluannya dicabuli,” ujarnya.

Lanjutnya, ” Awalnya 13 September 2020 anakku yang menjadi korban ngadu ke kakaknya. Bunga nggak berani bilang ke aku beraninya bilang kepada kakaknya yang masih berusia 12 tahun,” ungkapnya.

Dibilangnya Gini jelas ibu korban, ” mak adik diapain sama Om itu. Kata adik dia ditimpa, dijilati anunya dan tangannya dimasukkan je anuku, lalu saya kaget, jadi kutanya adiknya tapi dia nggak mau ngaku terus ditanya kakaknya barulah adiknya ngaku,” tuturnya.

Kejadian tersebut telah berlangsung sejak Agustus 2020 lalu di rumah pelaku yang berada 4 blok dari rumahnya.

Peristiwa ini harus menjadi perhatian orangtua dan masyarakat. Kejadian ini harus menjadi yang terakhir.

Atas kasus ini Komnas PA mengajak masyarakat meningkatkan kepeduliannya terhadap anak dan sudah selayaknya membangun gerakan bersama menjaga dan melindungi anak berbasis keluarga, desa maupun kampung.

Jika Polsek Percutseituan mempunyai kendala untuk menangkap dan dan menahan terduga pelaku, Komnas Perlindungsn anak mendesak agar Polsek Percutseituan menyerahkan saja perkara ini kepada Polres Deliserdang untuk segera ditindaklanjuti..Kasus ini tifak boleh ditangani berlama-lama katena kasus ini merupakan tindak pidana luar biasa,” desak Arist.

Penulis : Nero.
Sumber Komnas PA.

print

About Media iGlobalNews

Media online iGlobalNews adalah media informasi dan inspirasi. Media iGlobalNews mengabarkan berita secara cepat, tepat, terpercaya dan memberikan sajian secara aktual, tajam dan kredibel.

Recommended for you