Sumatera Selatan

Tak Hanya Aspal Karet untuk Pembangunan Jalan Tapi Juga Produk Turunan Karet Siap Pakai

on


MUBA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Salah satu hadiah bidang pembangunan khususnya industri perkebunan di Musi Banyuasin tepat pada hari jadi ke 64 adalah beroperasinya pabrik aspal karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pabrik ini menjadi pabrik pertama di Indonesia sekaligus upaya Pemkab Muba mensejahterakan petani karet.

Pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin bertajuk Peringatan Hari Jadi ke-64 Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2020, Senin (28/9/2020) lalu dihadapan Gubernur Sumsel Herman Deru, Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengusulkan agar pembangunan jalan provinsi bisa memanfaatkan atau menggunakan aspal karet di Muba.

“Kami mengusulkan kepada pak Gubernur agar pembangunan jalan jalan provinsi bisa menggunakan aspal karet di Muba,” diharapkan jika semua jalan jalan provinsi dibangun menggunakan Aspal Karet kita harapkan akan Meningkatkan Harga karet Rakyat mengingat warga sumsel mayoritas petani karet ucapnya.

Pabrik aspal karet di Muba ini mampu menyerap 25 ribu ton karet pertahun milik petani rakyat yang tidak hanya di Muba tetapi juga di Sumsel.

“Sedikitnya akan ada sebanyak 25 ribu ton pertahun karet petani yang nantinya dapat terserap oleh keberadaan pabrik pengolahan aspal karet berbasis lateks Pravulkanisasi,” terangnya.

Ide Dodi disambut Gubernur Sumsel Herman Deru. Ia mengapresiasi realisasi pabril aspal karet di Muba sebagai inovasi nyata meningkatkan harga karet di kalangan petani rakyat.

“Ini inovasi yang sangat baik sekali, semoga nantinya implementasi sangat berdampak positif kepada perekonomian warga Muba khususnya petani karet rakyat,” jelasnya.

Di hari yang sama, Sekda Muba Drs H Apriyadi M.Si di lokasi centrifuge (proses pemisahan lateks pekat dan limbah berbahan bokar), Desa Cipta Praja, Keluang merinci adanya produk turunan karet yang diproduksi sslain untuk bahan campuran aspal.

Baca Juga  Pertama, Pemkab Muba Rekrut Pegawai Tetap BLUD RSUD Sekayu

“Yang kita saksikan dengan uji coba mesin centrifuge ini nyata. Berjalan dan dikerjakan oleh petani kita. Pengelolaan karet rakyat benar-benar terpenuhi. Karena adanya alat centrifuge karet rakyat dapat di olah untuk memisahkan air dan latex.

“Hasil latex dari sini akan dijual ke pabrik latex yang ada di Muba. Bukan itu saja. Kita dorong tumbuh kembang industri rumahan neebahan baku karet. Akan ada hilirisasi yang ditopang industri rumahan. Pabrik sekala kecil ini berupa kelompok pengusaha rumahan yang tersebar di sentra karet Muba. Jenis usahanya berupa pembuatan pabrik sarung tangan karet, tutup tabung gas dan berbagai hasil karet,” terang Apriyadi.

Saat Apriyadi meninjau pabrik centrifuge di Keluang, diketahui satu mesin mampu menghasilkan latex 4 ton. Sedangkan dari harga antara bokar dan proses centrifuge petani mendapatkan keuntungan jauh lebih besar.

“Potensi keuntungan lebih petani hingga rp 500 ribu rupiah per ton setelah bokar diproses di pabrik centrifuge ini,” kata dia.

Plt Kadisbun A Toyibir menjelaskan proyek rintisan ini akan dilanjutkan dengan pengadaan 2 mesin serupa di tahun mendatang.

“Insya Allah tahun depan kita akan menambah mesin ini lagi. Sesuai arahan pimpinan dua mesin akan ditempatkan di sentra petani karet,” ungkapnya seraya menambahkan perlu upaya merubah pola pikir petani dari penghasil bokar menjadi produsen latex pekat.

Penulis : Hms/Rohmadi.

print

About Media iGlobalNews

Media online iGlobalNews adalah media informasi dan inspirasi. Media iGlobalNews mengabarkan berita secara cepat, tepat, terpercaya dan memberikan sajian secara aktual, tajam dan kredibel.

Recommended for you