Hukum dan Kriminal

Putrinya Dicekoki Film Porno, Ayah di Banyuwangi Tega Menggaulinya Berulang Kali

on

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – DS, warga Banyuwangi berusia 46 tahun tega menggauli anak kandungnya sendiri secara berulang. Ia juga mengancam anak perempuannya itu tak akan dibiayai sekolahnya jika memberitahukan kepada ibunya atau orang lain.

Bahkan, sebelum melakukan aksinya ini, DS mencekoki anaknya dengan film porno terlebih dahulu.

“Tersangka juga terkadang mengajak korban untuk melihat film porno sebelum menyetubuhi korban,” ujar Kapolres Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Saripudin kepada sejumlah media, Minggu (27/9/2020).

Pelaku melakukan aksinya ini setidaknya seminggu sekali atau saat ada hari libur nasional.

Pelaku dan ibu kandung korban telah bercerai pada 2007 dan selama ini korban tinggal bersama ibunya. Namun, saat week end atau hari libur nasional korban menginap di rumah ayahnya.

“Tersangka sudah menggauli korban sejak tahun 2016 atau sejak 4 tahun lalu atau saat korban masih duduk di bangku SD. Saat itu korban masih berusia 11 tahun dan sekarang ini korban duduk di bangku SMP,” kata Arman.

“Pelaku sendiri dilaporkan oleh mantan istrinya atau ibu kandung korban. Korban akhirnya berani menceritakan kepada ibunya atas perbuatannya ayahnya,” kata Arman

Menanggapai peristiwa ini, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Metdeka Sirait meminta Polres Bayuwangi menjerat tersangka dengan ketentuan UU RI Nomor: 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor: 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor: 23 tahun 2002 Junto engan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dapat menuntut pelaku dengan ancaman minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun pidana penjara.

“Karena pelakunya adalah ayah kandung korban yang seyogianya memberikan perlindungan bagi putrinya, namun menjadi predator kejahatan seksual kepada putrinya sendiri, konsekuensinya pelaku dapat diancam dengan hukuman tambahan sepertiga dari pidana pokoknya sehingga menjadi seumur hidup,” kata Arist Merdeka Sirait.

Baca Juga  Seorang Anggota Geng Motor Tewas Dibacok di Kemayoran

“Untuk mengawal proses hukum atas kasus ini dan memberikan dampingan pemulihan psikologis korban dan demi keadilan bagi korban, Komnas Perlindungan Anak meminta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banyuwangi dan pekerja sosial dan pegiat perlindungan anak di Banyuwangi untuk membentuk Tim Pendamping Pemulihan dan Reintegrasi sosial Anak,” tambah Arist.

Penulis: Nero.
Editor: Dny.

print

About Media iGlobalNews

Media online iGlobalNews adalah media informasi dan inspirasi. Media iGlobalNews mengabarkan berita secara cepat, tepat, terpercaya dan memberikan sajian secara aktual, tajam dan kredibel.