Tangerang

Pria di Tangerang Kaget, Rumah Sakit Makamkan Jasad Isteri Masih Memakai Daster dan Pempers

on


TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Wanda Pria setengah baya Warga Desa Tapos RT 01 RW 01 Kecamatan Tigaraksa Kabupatan Tangerang baru baru ini mengungkapkan fakta kepada awak media terkait penanganan tak layak salah satu Rumah Sakit swasta MH di daerah Cikupa terhadap Jasad isterinya. Pasalnya dirinya melihat isteri Suanih (56) tahun yang berada dalam Kantong jenazah dan siap dimakamkan oleh pihak Rumah Sakit MH hanya ditutup kain serta masih mengenakan pakaian (Daster) dan Pampers.

“Isteri (Suanih,red) saya sudah empat hari di rawat di rumah sakit MH, waktu itu dihari keempat Sabtu 12 September 2020 Jam 10:00 pagi isteri saya menjalani tes Swab. Namun Tuhan berkehendak lain Jam 12.00 siang isteri saya meninggal dunia,” jelasnya kepada awak media di kediamanya Kamis (16 /9/20)lalu.

Walau dirinya belum mendapatkan keterangan resmi mengenai hasil swab lanjut Wanda, pihak rumah Sakit sudah memvonis isterinya sebagai pasien suspect Corona hingga jenasah isterinya wajib dimakamkan menggunakan Protokol Covid-19.

“Ambulance dan petugas Rumah Sakit saat itu telah siap memberangkatkan jenazah isteri saya untuk dimakamkan. Namun kami tangguhakan karena kami sekeluarga sebelumnya ingin mensholatkan jenazah terlebih dahulu,” bebernya.

Sebelum disholatkan kami sekeluarga memastikan kebersihan jenazah menurut Syar’i Islam meski sempat dilarang pihak Rumah Sakit. Tapi betapa terkejut ia dan keluarganya saat mengetahui jasad isterinya didalam kantong jenazah yang siap dimasukan kedalam peti jenazah oleh petugas Rumah Sakit masih menggunakan baju daster dan Pempers.

Mengetahui hal tersebut Wanda dan keluaganya berang dan meminta agar ambulance mengantar segera jasad isterinya kerumah untuk dimandikan kembali.

“Awalnya sebelum disholatkan kami hanya ingin melihat jenazah serta memastikan apakah jenazah isteri saya sudah dalam keadaan bersih. Tapi betapa terkejutnya saya saat melihat ternyata jasad isteri saya masih mengenakan Daster dan Pemper serta wajahnya masih ada sisa bedak. Langsung saya suruh pihak Rumah Sakit membawa jasad isteri saya kerumah untuk dimandikan,” terangnya.

Baca Juga  Yuliyanti Zaki Iskandar Lakukan Bina Wilayah (Binwil) Di Desa Sukasari Kecamatan Rajeg

Dengan peristiwa tersebut Wanda meminta pertanggung jawaban Pihak Rumah Sakit atas penanganan Rumah sakit terhadap jasad isterinya karena jasad isterinya diduga tak dimandikan secara benar di Rumah Sakit.

“Mungkin Tuhan sudah menunjukan kepada saya,kalo gak begini saya tak akan tau isteri saya dimakamkan dengan masih memakai daster, sebab awalnya pihak Rumah sakit mau langsung memakamkan saja,” tandasnya.

Sementara anak Laki-laki Wanda berharap Rumah Sakit tersebut diberikan sangsi atas kelalaianya.

“Kami belum menyiapkan langkah apapun dalam kejadian ini, kami sedang menenangkan diri dulu. Tetapi saya berharap Rumah sakit tersebut akan segera diberikan sangsi atas pelayanan yang tak layak kepada masyarakat. Apalagi ibu saya belum pasti kena Covid-19 karena belom ada surat keterangan hasil Swabnya,” tandasnya.

Terpisah ASDA 1 Kabupaten Tangerang Heri Herianto saat sikonfirmasi mengatakan, pemakaman menggunakan peti harus tetap memakai Syariat Islam bagi yang muslim.

“Harus ada unsur tanahnya didalam peti dan menghadap kiblat, ini kalau kita bicara secara syariat ya. Kalo ada peritiwa begitu pihak keluarga laporkan saja, nanti kami tegur pihak Rumah sakitnya,” singkat Heri.

Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi dari Pihak Rumah Sakit MH Cikupa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang terkait peristiwa ini.

Penulis : A Jueni/Jfr.

print

About Media iGlobalNews

Media online iGlobalNews adalah media informasi dan inspirasi. Media iGlobalNews mengabarkan berita secara cepat, tepat, terpercaya dan memberikan sajian secara aktual, tajam dan kredibel.