Tangerang

DPRD Kota Tangerang Sesalkan Summarecon Kirim Legal Arogan dan Tak Sopan

on


TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Rapat Hearing yang difasilitasi DPRD Kota Tangerang antara Pihak pengembang PT Summarecon dan warga Warung Mangga diwarnai perdebatan sengit. Sebelum akhirnya diredam oleh pimpinan sidang yaitu Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto dan sejumlah wakil rakyat lainnya.

Gatot Wibowo ketua DPRD Kota sangat kecewa pada saat investigasi bersama anggota DPRD Rizal ke lapangan satu hari sebelumnya, melihat pihak Summarecon ternyata juga memagar kuburan keluarga besar dari tokoh masyarakat warung mangga.

“saya kecewa melihat sikap summarecon yang memagar juga kuburan warga masyarakat, terlebih kuburan tersebut adalah salah satunya nenek saya, kan semua juga pasti meninggal, masa iya kuburan di pagar juga, nah kalau mau nguburin masa iya mayat diseberangin pagar,” ungkap Gatot.

Pimpinan rapat memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk menyampaikan aspirasinya. Masing-masing diberi waktu untuk saling tukar pendapat. Namun, disela perdebatan itu terjadi cekcok antara Legal Summarecon Edo dan salah satu pimpinan sidang Turidi Susanto.

Legal Summarecon Edo sedikit tersulut emosi saat Turidi mencoba menawarkan solusi atas persoalan yang terjadi antara pengembang dan warga. Sebab, dalam hearing yang dihadiri sejumlah elemen masyarakat itu, Edo merasa disudutkan.

Namun demikian, Turidi menyayangkan sikap emosional yang ditunjukan Edo di dalam forum. Padahal, ia mengaku hanya menyampaikan pandangan terkait permasalahan yang terjadi antara warga Warung Mangga dengan pengembang Summarecon.

” Saya meminta pihak summarecon untuk memberikan jalan yang layak, masa iya jalan cuma dilewati satu mobil pick up, dengan manuver stir aja Susah, minimal ya kasih jalan se ukuran kendaran DAMKAR, mengingat sebelum terjadi kebakaran,” tegas Turidi.

Baca Juga  Kesatuan Polres Sabhara Tangsel Sita Ratusan Miras di Pasar Cimanggis

Bahkan, politisi Gerindra itu pun menyayangkan pihak Summarecon yang menganggap selesai pertemuan tersebut, dengan mau meninggalkan rapat.

“Rapat sedang berlangsung kok dianggap selesai,” tambah Turidi.

Selain itu, Turidi juga mempertanyakan pihak Summarecon yang menutup akses jalan tanpa kompromi pada Senin (21/9/2020) lalu. Padahal saat itu, Turidi menghubungi pihak summarecon legal dilapangan namun mereka tidak mau bicara, bahkan saya menyampaikan lewat telepon kesalah satu polisi yang ada dilapangan untuk untuk meminta menyampaikan ke pengembang untuk menunda lebih dahulu proses pemagaran, sampai ada kesepakatan akses jalan baru tersebut.

“Selama proses negosiasi belum tuntas, tolong pihak summarecon untuk membongkar pagar makam dan pagar jalan, toh kan ini tanah juga belum dipake, dan warga siap buat pernyataan tidak akan mengusai tanah tersebut,” jelas Turidi.

Mendengar hal itu, Edo naik pitam dan memotong pembicaraan Turidi. Edo pun menyimpulkan seolah pihak DPRD menekan pihaknya.

“Bapak jangan seolah-olah menekan kami. Kami sudah tahu aspirasinya, apa yang kami lakukan sudah perintah atasan mengamankan aset,” ujar Edo dengan memotong pembicaraan Turidi dalam forum dengan nada tinggi.

“Dari undangan yang diberikan hearing itu kan rapat dengar pendapat. Bapak-bapak sudah mendengarkan bahwa kami tetap posisi memagar, kalau nanti aspirasi kita sampaikan ke atasan lanjut Edo seraya meminta izin meninggalkan forum.

Menanggapi pemotongan saat ia berbicara, Turidi merasa martabat seorang wakil rakyat tidak dihargai oleh Edo. Turidi juga menilai perilaku yang ditunjukan Legal Summarecon di dalam forum tersebut Arogan dan tidak sopan.

“Saya Wakil Ketua Dewan. Saat bapak berbicara saya dengarkan, kenapa saat saya bicara tidak didengarkan,” ujar Turidi.

Turidi sangat menyayangkan Summarecon yang merupakan salah satu perusahaan besar mempunyai legal atau pengacara yang emosional dan arogan.

Baca Juga  SILATURAHMI KEBHINEKAAN PEMBAURAN KEBANGSAAN TINGKAT KABUPATEN TANGERANG

“Dia (Edo,red) memotong pembicaraan dan sejarah ini baru terjadi di Kota Tangerang, saat forum belum selesai dia juga ingin meninggal forum,” tegasnya.

Dengan demikian, dirinya menganggap undangan dari DPRD Kota Tangerang terhadap Sumarecon.

Penulis : Hms/Jfr.

print

About Media iGlobalNews

Media online iGlobalNews adalah media informasi dan inspirasi. Media iGlobalNews mengabarkan berita secara cepat, tepat, terpercaya dan memberikan sajian secara aktual, tajam dan kredibel.

Recommended for you