Sosok

Sosok Bersahaja Dibalik Assanadiyah

on

Dr. K.H. Sunedi, M. Pd.I. Pendiri dan Owner Assanadiyah LOW PROFILE :

Photo Dr. K.H. Sunedi, M. Pd.I. Pendiri dan Owner Assanadiyah. (Dok Rohmadi).

SUMSEL, IGLOBALNEWS.CO.ID – Dr. K.H. Sunedi M.PD.I pendiri Yayasan Islam Assanaadiyah Jl. K.H. Balkhi Lr Banten 6 / Simp Jaya 7 Lr Lematang Kelurahan 16 Ulu Kota Palembang semenjak 1988 bukan isapan jempol belaka.

Saat ditemui awak media dirinya (Dr. K.H. Sunedi M.PD.I,red) mengungkapkan perjalananya selama pendidikan (sekolah,red), saya pertama kali sekolah MI Al-Firdaus, MTs Negeri 1 Palembang MAN 2 Palembang, S1 Fakultas syariah IAIN Raden Fatah Plembang, S1 Fakultas Tarbiyah Muhammadiyah Palembang, S2 UIN Raden Fattah konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam dan S3 Pasca Sarjana UMY Jogjakarta (Jawa Tengah) konsentrasi psikologi Penidikan Islam.

Tak hanya itu, di juga mengatakan atas beberapa bidang usaha pendidikan dan Keagamaan yang dirinya bangun di pusat Kota Palembang yakni : Pendidikan Formal STIKes, Pondok Pesantren Assanadiyah Madrasah Aliyah (MA), terakreditasi SMK (jurusan TKJ dan Akuntansi) terakreditasi B
SMA terakreditasi B, MTs satu Atap (AIBEB-Autrali-Indonesia) Terakreditasi, SMP Terakreditasi, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Terakreditasi A dan Pendidikan In-Formal, PP Salafiyah Ula ( PPs Ula/Setara SD) Teakreditasi B PP Salafiyah Wustho (PPs Wustho/Setara SMP) Terakreditasi B, PP Salafiyah Ulya/Setara SMA Terakreditasi B Pendidikan Non-Formal Rumah Tahfizh Diniyah, Takmiliyah Diniyah Tahfizh TPQ LAWAZIS, Sahabat Peduli yatim dan Dhuafa (SPYDA).

Selain itu kami juga mendirikan MTs dan MA Assanadiyah Tanjung Baru, MTs dan MA Perambahan MTs dan MA Teluk Tenggirik, akan di Buka di Desa Menten Rambutan Banyuasin Cabang wilayah kabupaten Murata, Pondok Pesantren Assanadiyah Batu Kucing MTs dan MA Assanadiyah Batu Kucing, Rumah Tahfizh Musi Rawas (Mura), akan dibuka di Desa Dwi Jaya Tugu Mulyo Pondok Pesantren Cabang Serang Banten Pendidikan Anak Usia Dini/Taman anak- anak (PAUD/TK).

Baca Juga  Kapolda Sumsel Ikuti Vidcon Ops Aman Nusa II Pimpinan Wakapolri

Sukses dalam dunia pendidikan dirinya menambah bidang usaha kembali salah satunya bidang Kesehatan salah satunya dengan mendirikan Klinik dan Apotek di beberapa cabang di wilayah Kabupaten Banyuasin. Dan juga menerbitkan beberapa Karya Buku yaitu :
1. Masalah Kebidanan dalam Perspektif Islam (2008).
2. Aqidah dan Akhlak dalam Islam (2009).
3. Pendidikan Agama Islam (2011).
4. Pendidikan Agama : Tinjauan Agama dan Etika Kebidanan (2011).
5. Boleh Tidak Puasa di Bulan Ramadhan (2012).
6. Akhlak Dalam Islam (2012).
7. Akidah Tauhid Dalam Islam (2013).
8. Kapita Selekta Pendidikan Islam (2013).
9. 30 Kajian al-Qur’an Tematik,
10. Bahan Pengkaderan Generasi Muslim Kaffah (2014), dan.
11. Puasa Ramadhan dan Zakat (2015).

Berkiprah di dunia pendidikan Islam bukanlah hal baru bagi putra H. Sarmadi dan Hj. Suratmi ini. Sejak anak-anak, ia aktif mengikuti pendidikan al-Qur’an dan Pendidikan Agama Islam, khususnya mendalami Kitab Kuning. Saya banyak belajar Islam pada almarhum Syekh al-Habib Alwi bin Ahmad Bahsin yang termasyhur dengan sebutan Mu’allim Nang di Majelis Ta’lim wa al-Tazkir berlokasi di 13 Ulu Palembang dan al-ustadz Ali bin Ahmad Baharun. Kemudian, pada almarhum KH. Amin Azhari (Cek Ming) di Majelis Ta’lim Azhariyah dan almarhum al-Ustadz Mgs. H.Nanang Saleh BA di Majelis Ta’lim al-Firdaus di 16 Ulu Palembang.

Selanjutnya, saya belajar pada almarhum Ust. Abd. Wahab, almarhum Muallim Zamzam, almarhum KH. Abdullah Murod dan al-Ustadz Subhi bin KH. Balqi. Atas jasa-jasa beliaulah, ia mampu memahami dan pengamalkan ajaran Islam dan “menularkan”nya dengan murid-murid di Pondok Pesantren Assanadiyah Palembang.

Tertarik dan cinta pada dunia pendidikan Islam, dalam usia yang sangat muda, (usia 14 tahun,red) Sunedi yang usia Belia mendirikan sebuah Pengajian al-Qur’an dan pendidikan Islam di Yayasan al-Firdaus berlokasi di kelurahan 16 Ulu Palembang.

Baca Juga  Kapolda Sumsel Melaksanakan Kunker Ke Polres Banyuasin

Menginjak usianya ke-22 tahun, tepatnya pada Tanggal 30 Juli 1988, Sunedi Remaja mendirikan “Yayasan Perguruan Assanadiyah dengan lembaga pendidikan Pondok Pesantren, Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah” yang beralamat di Jalan KH Balkhi Lr Banten 6 / Jaya 7 Lorong Lematang 16 Ulu Palembang. kemudian seiring waktu untuk pengembangan amal usaha, Yayasan Perguruan Islam Assanadiyah berubah bentuk menjadi Yayasan Islam Assanadiyah pada Tahun 2019.

Secara etimologi Nama Assanadiyah berarti rujukan, sandaran ataupun referensi. Artinya setiap Alumni dan warg Assanadiyah hendaknya memiliki rujukan shohih dalam beribadah dan berbuat dalam hal ini mengikuti ahli sunnah wal jamaah. Secara filosofi nama Assanadiyah diambil dari salah satu nama nabi Muhammad SAW yaitu Sanadi artinya rujukan/sandaran. Secara histori, sejarah nama Assanadiyah diambil dari asal nama sang Pendiri yaitu Sunedi menjadi Assanadi. Memang ada awal berdiri Assanadiyah bernama Assanadi Namun karena fatwa dari seorang ulama Banten bernama Syekh Jabar Al-Murtadho, maka nama Assanadi diubah menjadi Assanadiyah dan berlaku sampai sekarang.

Sejak mendirikan “Yayasan Perguruan Islam Assanadiyah” waktunya banyak dicurahkan untuk membimbing para santri dan pengembangan pondok pesantren. Keduk sungkur, jatuh bangun, pahit dan getir sudah menjadi lalap perjuangan yang selalu menyertai. Celaan, hinaan bahkan penghianatan sering menghantam roda perjuangan. Namun semua itu berbuah manis dengan seiring waktu.

” Di tahun 2006, saya berhasil mengembangkan Pondok Pesantren Assanadiyah dengan mendirikan cabang di Desa Tanjung Baru Kecamatan Muara Padang dan di desa Perambahan Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin. Kemudian pada tahun 2008, ia pelopori dan sebagai owner pendirian Akademi Kebidanan (Akbid) Pondok Pesantren Assanadiyah. Pada tahun 2019 Alhamdulillah menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes Ponpes Assanadiyah),” terangnya.

Baca Juga  Sensasi Goyang Lidah, Nikmati Kuliner Khas Palembang di Warung Apung Sungai Musi

” Insya Allah akan dibangun cabang Assanadiyah 8 di daerah Musi Rawas, Assanadiyah 9 di Daerah Rambutan serta Assanadiyah 10 di Daerah Muara Enim,” tuturnya.

Lanjutnya, saat ini Usia Assanadiyah genap 32 tahun. Selamat Milad tentu sebagai hamba Allah yang Dhoif, pertama saya bersyukur sampai saat ini Assanadiyah mesih diberi kesempatan mengabdi untuk negeri dan agama. Dan yang ke-2 sebagai pendiri saya berharap dan berdoa kepada Allah SWT semoga Assanadiyah selalu menjadi lembaga yang dinamis, berkembang, selalu memberikan karya-kara terbaik selalu eksis dan menjadi Referensii keilmuan, rujukan perjuangan, sandaran perekenomian Ummat Sanad keummatan.

“Semoga Allah meridhoi usaha kita semua,” pungkasnya, Sabtu (1/8/2020).

Penulis : Rohmadi.

print

About Media iGlobalNews

Media online iGlobalNews adalah media informasi dan inspirasi. Media iGlobalNews mengabarkan berita secara cepat, tepat, terpercaya dan memberikan sajian secara aktual, tajam dan kredibel.

Recommended for you