Sulawesi Tengah

Aliansi Buruh dan Rakyat Bersatu Tegaskan, “Kami Butuh Realisasi

Afdal (Koodinator lapangan ) dari SPIM

Photo Afdal Koodinator lapangan dari SPIM.

MOROWALI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Buruh dan Rakyat Bersatu pada hari ini di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) belum mendapat titik terang.

Sembilan poin yang menjadi tuntutan aksi tersebut belum mendapat persetujuan dari pihak perusahaan

Koordinator lapangan, Afdal menyebutkan, bahwa Aksi Unjuk Rasa hari ini belum melahirkan kesepakatan terhadap 9 tuntutan Aliansi Buruh dan Rakyat Bersatu antara buruh dengan pihak perusahaan.

Namun yang lahir adalah menindak lanjuti poin poin yang kami suarakan hari ini dengan menggelar pertemuan dengan pemerintah daerah kabupaten morowali dalam hal ini Bupati Morowali, katanya.

“Kami kasih jedah waktu selama dua hari kedepan untuk digelar pertemuan dengan pemerintah daerah”.

Apabila tidak terlaksana pertemuan atau tidak lahir kesepakatan, maka kami akan layangkan surat pemberitahuan kepada pihak perusahaan untuk mogok kerja sebagai bentuk tindak lanjut tuntutan kami,

” Kami pastikan massa akan lebih besar lagi dari yang hadir hari ini dan berpotensi pabrik akan mogok total apabila pertemuan yang digelar tidak menghasilkan kesepakatan,” tandasnya.

Harapan kami setidaknya pemangku kebijakan di daerah ini dapat mempresur apa yang menjadi tuntutan kami bisa secepatnya teralisasi, harapnya.

Afdal menambahkan, sebelumnya sudah ada kesepakatan, olehnya kami butuh reaslisasi dari hasil kesepakatan tanggal 3 Juni lalu. Itulah yang menjadi dasar kami sehingga turun dijalan unjuk rasa hari ini, tambahnya.

Lebih jauh Afdal menuturkan, Adapun yang digambarkan realisasi selama ini oleh pihak perusahaan itu setelah kami kroscek dan investigasi dilapangan ternyata kenyataannya tidak demikian.

” Buruh yang dirumahkan masih dalam tahapan proses di Puskesmas Bahodopi dan ketika buruh yang bersangkutan ke Klinik IMIP mereka disampaikan bahwa belum ada perintah langsung dari IMIP.”

Baca Juga  Enam Perusahaan Tambang Kerjakan Normalisasi Sungai Dampala, Pemda Morowali Sediakan Biaya Operasional

Akhirnya buruh tersebut harus menunggu lagi dengan waktu yang tidak jelas hingga hari ini kapan akan dioekerjakan kembali, tuturnya.

Adapun informasi yang beredar di media sosial berupa daftar list nama nama buruh yang dipanggil itu ternyata tidak benar setelah kami lakukan investigasi

” Nama nama yang ada di lias tersebut mereka yang sudah lama bekerja bahkan sebelum adanya perbatasan keluar masuk di kawan IMIP.”

Data yang disajikan itu tidak benar dan pada prinsipnya juga akan kami auarakan ini.pungkas Afdal.

Hal tersebut disampaikan Afdal kepada awak media ini pada Rabu, (5/8/2020) dilokasi unjuk rasa berlangsung.

* Baca juga : Aliansi Buruh dan Rakyat Bersatu Gelar Unjuk Rasa di Kawasan IMIP.

peliput : Abd Rahman Tanra.

print

Berita Populer

To Top