Jambi

Warga Tanjung Pertanyakan Dana BST Kemensos yang Diduga Tidak Jelas Kemana


SAROLANGUN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Warga Desa Tanjung Kecamatan Batin Vlll Kabupaten Sarolangun Jambi Selasa (21/7/20), mempertanyakan dana BST Kemensos yang di cairkan melalui kantor pos Sarolangun beberapa waktu lalu, uang yang tidak jelas dikemanakan tersebut berjumlah lebih kurang Rp 19 juta.

Warga yang tidak inggin di tulis nama lnya ini mengatakan, jika ada kejanggalan yang di lakukan oleh Pemerintah Desa Tanjung kec Bantin Vlll, di karenakan sebanyak 38 KK penerimaan BST Kemensos di ambil uang nya sebesar Rp 500 ribu oleh Pemdes yang sudah menunggu di sebuah mobil No BH 9002 SH, para penerima yang mencairkan dana tersebut hanya diberikan uang upah sebesar Rp 100 ribu.

Pemangkasan uang BST Kemensos tersebut dengan alasan telah menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BST DD).

Pemotongan dilakukan oleh oknum perangkat desa tersebut diduga atas perintah PJ Kades Tanjung.

” Ada sebanyak 38 orang yang uang nya di ambil sewaktu pencairan uang BST Kemensos tesebut,” sebutnya.

” Cuma di kasih seratus ribu upah mencairkan saja,” tambahnya.

Ini yang menjadi pertanyaan bagi kami, menurut hitungan kami jumlah uang yang entah kemana di pergunakan itu sebesar Rp 19 juta.

” Sementara penerima BLT DD sebanyak 80 KK, tidak ada penambahan lagi, ini yang perlu diusut oleh pihak kepolisian.”

Melalui beberapa media Presiden RI ir Jokowidodo telah menyebutkan meminta agar dana Covid-19 ini jangan ada terjadi penyelewengan, dan telah memerintahkan Pihak kejaksaan maupun Kepolisian diseluruh Indonesia untuk membantu mengawasi dana dana bantuan untuk masyarakat tersebut.

Untuk itu dengan diterbitkannya berita ini kami minta agar pihak polres Sarolangun yang di komandoi oleh AKBP Deny Heriyanto S ik M.Si, memangil dan memeriksa PJ Kades Desa Tanjung,” harapnya.

Baca Juga  Warga Desa Taman Dewa Giat Goro Pembangunan Menara Masjid Al Kausar

” Kita ingin agar Pemerintah Desa Tanjung bisa Trasparan dan berlaku jujur,” ujarnya.

Informasi lain yang berhasil di himpun media ini di Desa Tanjung ada beberapa warga telah membuat surat pernyataan tertulis yang ditandatangani di atas materai enam Ribu, bahwa menyatakan adanya oknum Pemdes yang menunggu di mobil ambulance saat pencairan BST Kemensos tahap dua di kantor pos Sarolangun yang melakukan pemangkasan uang sebesar Rp 500 ribu/KK, dari sebanyak 38 KK, Namun uang hasil dari Pemangkasan tersebut tidak ada penjelasan dari Pemdes Tanjung digunakan untuk apa, hingga sampai saat ini uang yang di cairkan melalui Kantor pos Sarolangun tersebut masih menjadi misteri di hati masyarakat Desa Tanjung.

Terkait hal ini saat dikonfirmasi memalui Pesan WhatsApp Rabu (22/7/2020), PJ Kades Desa Tanjung Lupfi menjawab lain dari apa yang dikonfirmasi media ini Lupfi memberikan jawaban sangat aneh, dia membalas dengan kata kata sebagai berikut, ” data gak jelas itu, dan dari orang gila itu pak gitu aja, saya juga punya Barang Bukti (BB) tanda terima dari penerima dia atas materai juga,” kata Lupfi.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Mulyadi saat di mintai tanggapan nya Jum’at (24/7/20), memalui pesan WhatsApp (WA) belum memberikan tanggapan, meskipun WA nya aktif tapi tidak membuka pesan dari media ini.

Penulis : AR

print

Berita Populer

To Top