Tangerang

Santer Isu Penyimpangan Dana Bos, Inspektorat Provinsi Banten Audit SMAN 21 Kabupaten Tangerang


TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Tim Inspektur Inspektorat Provinsi Banten melakukan Audit Uji Petik terkait adanya dugaan penyimpangan Dana Bos di SMAN 21 Kabupaten Tangerang, Selasa (7/7/2020).

“Hari ini kami lakukan audit uji petik pengadaan di SMAN 21 Kabupaten Tangerang. Semoga selesai hari ini agar bisa kita selesaikan LHPnya,” kata E. Kusmayadi Inspektur Inspektorat Provinsi Banten kepada wartawan kemarin siang.

Kusmayadi menambahkan, nantinya ada sanksi yang diberikan kepada oknum kepala Sekolah bersama bendahara jika nantinya tebukti adanya penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Untuk memberikan Sangsi menurut Edi perlu melewati proses yang di atur oleh PP 53 sesuai konteks hasil pemeriksaan.

“Melalui proses kita lihat dulu konteks hasilnya seperti apa yang di atur dalam PP 53, sanksi tersebut bisa ringan, sedang atau berat,” ujarnya.

Disamping melakukan pemeriksaan, inspektorat Provinsi Banten juga memberikan pembinaan kepada para guru di SMAN 21 Kabupaten tangerang. Hal itu guna memberikan motivasi kepada guru agar tetap fokus terhadap tugas dan fungsinya.

“Kegiatan di SMAN 21 Kabupaten Tangerang harus segera kondusif, jangan sampai para guru berlarut masuk dalam persoalan tersebut. Segala persoalan yang terjadi serahkan saja kepada yang berwenang, inspektorat,” tuturnya.

Yunihar, SH.C.Me Kuasa Hukum Komite Sekolah dan Guru SMAN 21 dari LBH Ansor Tangerang menyampaikan salam hormat dan apresiasi yang tinggi kepada Bapak E. Kusmayadi Inspektur Inspektorat Provinsi Banten yang telah memimpin langsung anak buahnya melakukan audit uji petik di SMAN 21 Kabupaten Tangerang.

“Semoga hasil akhir auditnya segera di rilis sehingga publik mengetahui berapa nominal Dana BOS yang diduga telah di selewengkan oleh kepsek inisial W dan eks bendahara berinisial S,” tegasnya.

Baca Juga  Pungli Mengatasnamakan Buku LKS Semakin Marak Di Kabupaten Tangerang

Disela waktu audit, inspektur menyarankan para pihak untuk berdamai, kuasa hukum para guru merespon positif, dan membuka ruang islah. Tapi itu hanya terkait dengan laporan penganiyaan dan pencurian, dan tidak termasuk Dugaan Korupsinya karena itu Ranah Tipikor mengingat kasus tersebut LI bukan LP.

Pada saat rapat dengan para guru, ispektorat juga menginformasikan bahwa eks Bendahara SMAN 21 Tangerang sudah di mutasi per tanggal 1 juli 2020 dan Kepala Sekolah sudah di non aktifkan, dan dalam waktu dekat akan ada PLT kepala sekolah,” tandasnya.

Penulis : Jfr.

print

Berita Populer

To Top