Sulawesi Tengah

Menyinggung Suku Bugis di Medsos, Pelaku Sangat Menyesali Perbuatannya, Kapolsek Bahodopi Berhasil Damaikan

Kapolsek Bahodopi saat memediasi dan mendamaiakan kerukunan suku

Photo Kapolsek Bahodopi saat memediasi dan mendamaiakan kerukunan suku.

MOROWALI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Berawal dari Percakapan di media sosial melalui akun messenger yang menyinggung suku Bugis dengan bahasa yang tidak pantas dilakukan berinisial Jm (21) tahun asal Kabupaten Luwu, Sulawesi selatan memantik kemarahan suku Bugis yang ada di Kecamatan Bahodopi.

Pelaku merupakan suku Luwu dan merupakan anggota Kerukunan Pekerja Luwu Raya (KPLR) yang berdomisili di kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali Sulawesi tengah.

Percakapan Jumadil dengan salah seorang teman sosial medianya tersebut kemudian di screnshoot lalu di Posting di media sosial melalui akun facebook.

Akibat postingan tersebut membuat suku bugis tersinggung dan marah, bahkan sejumlah Kerukunan suku Bugis di Kecamatan Bahodopi tersinggung berat dan mengecamnya hingga nyaris melakukan tindakan anarkis kepada Jumadil.

Beruntung Kapolsek Bahodopi Iptu Zulhan SH berhasil memediasi kedua kubu hingga berakhir dengan damai.

Kapolsek Bahodopi kepada media ini pada jumat malam, Jumat (10/7/2020) mengungkapkan bahwa, persoalan ini Berawal dari percakapan pribadi di messenger antara Jumadil dengan rekannya yang ada di Sulawesi tenggara

Namun Jumadil dalam percakapan tersebut bercanda berlebihan hingga menyinggung Suku Bugis dengan bahasa yang tidak pantas sehingga memicu kemarahan suku bugis khususnya yang ada di kecamatan Bahodopi, ungkap Kapolsek Bahodopi.

Kapolsek Bahodop menuturkan, Percakapan Jumadil kemudian di screenshot oleh rekannya lalu di posting di media sosial melalui sejumlah group Facebook.

Poto : 1 . Kapolsek Bahodopi Iptu Zulhan.SH. 2.Kapolsek Bahodopi saat memediasi dan mendamaiakan kerukunan suku

Photo Kapolsek Bahodopi Iptu Zulhan.SH. 

Namun Jumadil juga merupakan anggota kerukunan keluarga Luwu Raya Kerukunan Pekerja Luwu Raya (KPLR) dan persoalan inipun ditindak lanjuti oleh KPLR dengan berkoordinasi dengan sejumlah kerukunan suku bugis yang ada di kecamatan Bahodopi di sekretariat (KPLR) dan menyepakati mengfasilitasi persoalan ini hingga ke Polsek Bahodopi, tuturnya.

Baca Juga  Upaya Pengekangan Penyebaran Covid 19 di Morowali, Bupati Keluarkan Instruksi

” saya memediasi persoalan ini dengan melakukan komunikasi dengan sejumlah ketua dan pengurus kerukunan suku Bugis dan akhirnya mereka bersedia memaafkan Jumadil atas perbuatannya.”

Dalam hal ini Jumadil telah membuat pernyataan tertulis dan berupa visual video dan mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.

Dalam menyampaikan pernyataan, Jumadil didampingi ketua kerukunan KPLR dan sejumlah kerukunan suku Bugis yang ada di Kecamatan Bahodopi.

Saya berharap dengan adanya sejumlah kerukunan dari berbagai suku yang ada di kecamatan Bahodopi merekalah yang meredam anggotanya ketika terjadi perselisihan karena membawa nama Suku, Agama, Ras dan golongan tertentu memang sangat berpotensi menjadi konflik yang sangat besar.

” Saya selaku Kapolsek Bahodopi berterima kasih kepada kerukunan atas partisipasi dan peran sertanya dalam mengfasilitasi anggotanya ketika terjadi perselisihan dan saya juga berharap agar persoalan ini diketahui masyarakat bahwa telah diselesaikan dengan damai,” harapnya.

Jumadil diketahui berpofesi sebagai karyawan disalah satu perusahaan di kawasan IMIP Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali.

Penulis : Abd Rahman.

print

Berita Populer

To Top