Lampung Timur

Ketua PAC PP Angkat Bicara Perihal Dugaan Penggelapan Insentif dan Pemalsuan SPJ Desa Cempaka Nuban


LAMPUNG TIMUR, IGLOBALNEWS.CO.ID – Dugaan penggelapan insentif dan pemalsuan SPJ guru keagamaan yg di lakukan oleh Kepala Desa Cempaka Nuban Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur, membuat Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Firmansyah angkat bicara.

Ditemui di kantornya di Desa Bumi Jawa, Rabu 01 Juli 2020 pukul 12:00 WIB, Ketua PAC mengatakan, dirinya akan mendalami dan mengkroscek dugaan tersebut dan akan bekerja sama dengan media iglobalnews, dirinya juga akan terjun langsung ke Desa Cempaka Nuban guna menguak fakta di lapangan.

“Saya akan mengkroscek kebenaran data tersebut dan meminta media iglobalnews agar bekerja sama turun ke Desa clCempaka Nuban,” kata Firman.

Dilanjutkan oleh Firman, bahwa dirinya mengutuk keras perbuatan Kades apabila dugaan itu memang benar, dan akan memproses dugaan tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH). Pemimpin seperti ini tidak layak di pertahankan, bagaimana tidak, para guru keagamaan adalah pondasi awal mendidik anak penerus bangsa yang bermoral dan berwawasan sesuai dengan kaidah agama. Kalau saja insentif guru keagamaan benar digelapkan, tidak menuntut kemungkinan bahwa anggaran yang lain juga begitu untuk Desa Cempaka.

“Saya sangat mengutuk perbuatan Kades kalau memang benar menggelapkan insentif itu, dan akan saya bawa keranah hukum, pemimpin seperti ini harus cepat diganti, karena guru keagamaan adalah pondasi mendidik anak yang bermoral, kalau saja insentif guru ngaji berani dia makan, bukan tidak mungkin anggaran pembangunan juga dia makan,” ujar ketua PAC PP.

Dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (01/07/2020) pukul 18:45 WIB, Camat Batanghari Nuban M. Soim mengatakan, bahwa dirinya sudah mengetahui pemberitaan yang kemarin, dan sudah melakukan kordinasi dengan Kades, namun Kades menyanggah bahwa diri telah memberikan insentif tersebut pada hari ini.

Baca Juga  Masyarakat Dusun 2 Desa Joharan Rayakan Hari Raya Galungan

Namun saat ditanya perihal insentif yang diduga digelapkan oleh Kades pada tahun 2019 lalu, Camat mengatakan, akan berkoordinasi kembali dengan kades perihal kebenaran dugaan tersebut.

“Saya sudah baca berita yang kemarin, dan saya sudah melakukan kordinasi dengan Kades Anto Budianto, dirinya mengatakan bahwa insentif tersebut sudah dia bagikan pada hari ini. Kalau perihal insentif 2019, saya juga belum mengetahui dan akan mengkroscek kembali dengan Kades,” tutup camat singkat.

Memang sangat di sayangkan, Pemerintah Desa (Pemdes) yang seyogyanya menjadi panutan bagi para masyarakat menengah kebawah, malah justru mengambil keuntungan dan diduga dengan sengaja mengambil hak mereka.

Penulis : Denny.

print

Berita Populer

To Top