Jakarta

Kuasa Hukum PT SKS Ancam Bongkar ‘Penumpang Gelap’ di Mega Proyek PLTP Sumsel


JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Proyek berskala nasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau yang sebut Geotermal panas bumi yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, diduga dalam pelaksanaanya telah dijadiikan proyek bancakan.

Hal itu di ungkapkan Rizky Putra Yudhapradana SH kuasa hukum PT. Surya Kendali Sistem (SKS) yang merupakan pekerja mega proyek PLTP tersebut.

“ Menurut saya, ini aneh, ada posisi Kontraktor yang seharusnya tidak perlu ada, namun dipaksakan “ada” yang sebenarnya tidak ada fungsi nya secara esensi dan. Ini rawan Pungli,” ujar Pengacara muda yang tenar dipanggil RPY, Rabu (03/06/2020).

RPY berjanji akan membongkar semua kebobrokan di Mega Proyek PLTP pasca Kliennya PT SKS diputus Kontrak secara sepihak.

Akan kami bongkar semua, apalagi Klien saya saat ini dipojokkan dan sudah ada tendensi-tendensi itikad tidak baik dari pihak-pihak yang menurut saya serakah ini,” tegasnya.

Dalam wawancara tersebut RPY menambahkan, proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Rantau Dedap yang berkapasitas 2×110 megawatt (MW) itu dikembangkan oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT. SERD). Pekerjaannya pun masuk dalam daftar proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt (MW) tahap kedua. Yang mana tercatat dalam Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2010 tentang penugasan pada PLN untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan, batu bara, dan gas.

“ Jangan coba bermain- main dalam proyek apa lagi kita tau proyek ini siapa pemilikinya dan pekerjaan ini masuk dalam daftar khusus,” imbuhnya.

Tidak sampai disitu, RPY juga menjelaskan deretan nama-nama perusahaan yang turut dalam pekerja mega proyek tersebut. Diawali dari, PT. SERD merupakan perusahaan hasil kerja sama PT Supreme Energy (Indonesia), GDF Suez Energy International (Prancis), dan Marubeni Corporation (Jepang). Selain di Rantau Dedap, PT Supreme Energy juga memiliki konsesi pengembangan panas bumi di Muara Laboh di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dan Rajabasa di Lampung Selatan. PLTP Rantau Dedap akan memiliki kapasitas sebesar 2×110 MW. Nilai investasi yang dikeluarkan PT SERD sekitar 700-800 juta dollar AS.

Baca Juga  UPACARA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN (HUT) BHAYANGKARA POLRI YANG KE-71

“ Salah satu Kontrator pelaksana dalam pekerjaan proyek yang memiliki nilai investasi sekitar 700-800 juta dollar AS yang dikeluarkan PT SERD tersebut, adalah PT. Surya Kendali System (PT. SKS). Yang dimana PT. SKS mendapatkan bagian pekerjaan “Mechanical And Piping Work Package 3” pada proyek “Rantau Dedap Geothermal Power Project,” jelasnya .

Dalam perjalanannya masih kata RPY,ternyata ada kendala-kendala yang dialami oleh PT. SKS, salah satunya karena sistem Subkontraktor yang dinilai “kurang wajar” terkait posisi masing-masing Perusahaan yang terlibat didalam proyek “Mechanical And Piping Work Package 3” pada proyek “Rantau Dedap Geothermal Power Project”. Dapat kita asumsikan Ini baru sebagain kecil, bagaimana secara keseluruhannya proyek yanga ada?

“ Jika kita runut “lapisan” Kontraktor dan Subkontraktor yang terlalu “tebal” dan sistem Kontrak yang agak semrawut.” Mumbuat janggal. Dan saya semakin berambis membongkar penumpang gelap.” Beber RPY yang juga aktiv di Organisasi Masyarakat Anti Korupsi (GNPK-Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi).

“ Ada hal-hal yang harus dibuka kepublik terkait ketidakwajaran proyek ini, oleh karenanya terkait permasalahan ini kami akan berkordinasi dengan Instansi-instansi terkait lainnya seperti Satgas Saber Pungli Kemenkopulhukam karena Organisasi yang saya ada didalamnya, yaitu GNPK, sesuai MOU antara GNPK dengan Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam tanggal 9 Desember 2019,” tandasnya.

Penulis : Jfr.

print

Berita Populer

To Top