Lampung Timur

Kades Cempaka Nuban, Diduga Gelapkan Insentif dan Palsukan SPJ Guru Keagamaan


LAMTIM, IGLOBALNEWS.CO.ID – Perhatian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru keagamaan di wilayah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) sebenarnya berjalan sesuai dengan rencana. Namun sayangnya tidak semua Pemerintahan Desa (Pemdes) menjalankan acuan dan arahan baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Di kecamatan batanghari nuban Kabupaten Lamtim khususnya di desa Cempaka Nuban banyak di temukannya keluhan. Berawal dari keluhan tersebut, media iglobalnews.co.id bergerak mencari fakta di lapangan dan hasilnya hampir semua guru keagamaan yg berjumlah 24 orang tidak menerima insentif dari tahun 2019 hingga saat ini, Selasa (30/06/2020) pukul 14:00 WIB.

Ditemui di kediamannya, Selasa 30 Juni 2020, guru keagamaan bernama Siti Quroini dan Nano Firmansyah saat ditanya apakah menerima insentif tersebut mengatakan tidak pernah menerima dan menandatangani insentif tersebut. Bahkan diri nya mengakui tidak mengetahui dan juga tidak ada pemberitahuan dari pihak desa.

“Saya belum pernah menerima tu mas insentif guru ngaji, apalagi menandatangani, saya tau juga tidak karena pihak desa tidak ada yg memberitahu,” kata guru ngaji.

Lanjutnya, bahwa murid mengaji sebanyak 35 orang, dan sangat membutuhkan biaya untuk pembelian alat alat mawalan, ya kalau memang insentifnya ada ya saya harap agar pak Lurah memberikan. “Murid mengaji saya sebanyak 35 orang, saya sangat membutuhkan dana untuk pembelian alat alat mawalan, saya harap insentif tersebut segera pak lurah berikan kalau memang ada,” tutup Siti quroini.

Di tempat terpisah, guru keagamaan bernama Qiroman Katibin dan Istiqomah juga mengatakan hal yang sama, dirinya dari tahun 2019 sampai dengan 2020 ini belum pernah menerima dan menandatangani insentif tersebut, dan mengatakan ikhlas apabila dana tersebut memang ada yang lebih membutuhkan meskipun dirinya juga membutuhkan dana tersebut, tuturnya.

Baca Juga  Zaiful Bokhari Buka Festival Desa Sribawono

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cempakan Nuban Suparmin mengatakan, dirinya sudah mengetahui adanya keluhan dari masyarakat perihal tidak di berikannya insentif guru keagamaan oleh kepala desa, dan dirinya sudah pernah menyampaikan keluhan tersebut namun tidak di hiraukan oleh Kepala Desa (Kades). Suparmin juga berharap agar Kades dapat segera mencarikan insentif yang sejak 2019 lalu sampai dengan saat ini Juni 2020.

“Saya sudah tau kalau banyaknya keluhan guru keagamaan perihal insentif yang belum di berikan oleh kades dari 2019 hingga juni 2020 ini, saya minta Kades segera memberikan insentif tersebut kepada yan g berhak menerima,” singkat ketua BPD, di kediamannya.

Sayang hingga berita ini diturunkan Kades Anto Budianto belum memberikan tanggapan saat ditanya perihal insentif guru keagamaan melalui pesan WhatsAppnya.

Penulis : Denny.

print

Berita Populer

To Top