Tangerang

Ini Penyebab Siswa dan Guru SMAN 21 Kabupaten Tangerang Demo


TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Kasus yang menimpa guru SMAN 21 Kabupaten Tangerang berinisial D dan staf Tata Usaha (TU) berinisial HR yang dilaporkan oleh Kepala sekolah dan mantan bedahara atas tuduhan pencurian Laporan Pertanggungjawaban LPJ Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), menuai Protes.

Ratusan siswa dan Guru SMAN 21 Kabupaten Tangerang tampak melakukan aksi demo turun kejalan. Ratusan orang sambil memegang poster berkumpul dan berorasi di halaman Polres Kota Tangerang menuntut dihentikannya proses hukum terhadap guru berinisial D dan staf TU berinisial HR.

Dalam orasinya, para guru dan siswa yang dibantu oleh mahasiswa serta masyarakat dari Kecamatan Sukadiri, meminta pihak kepolisian menghentikan proses hukum terhadap guru berinisial D dan staf TU berinisial HR.

Diketahui D dan HR dilaporkan oleh kepala sekolah dan mantan bendahara SMAN 21 atas tuduhan pencurian LPJ dana BOS saat D dan HR berupaya mengungkap dugaan korupsi di sekolahnya yang sudah terjadi selama bertahun-tahun.

Ketua Komite SMAN 21 Kabupaten Tangerang, Andy Juweni mengatakan, ada tiga tuntutan dalam aksi massa tersebut. Pertama ,laporan kepala sekolah SMAN 21 berinisial W dan mantan bendaharanya yang berinisial S terhadap guru dan staf TU terkait pencurian LPJ BOS segera dihentikan oleh pihak kepolisian.

Menurutnya, laporan pencurian dengan pemberatan tersebut sangat tidak mendasar lantaran LPJ BOS tahun 2019 yang dijadikan sebagai barang bukti dugaan penyelewengan dana BOS itu ada di tangan pihak Inspektorat Banten.

“Alasan kenapa kami minta dihentikan karena laporan yang mereka lakukan terhadap kami guru dan juga staf TU yang dilaporkan adalah LPJ, padahal LPJ itu ada di Inspektorat sudah kami serahkan sejak lama,” jelas Andy kepada wartawan.

Kedua, mereka juga meminta pihak kepolisian menghentikan proses laporan penganiayaa terhadap mantan bendahara SMAN 21 yang mengaku dianiaya oleh guru berinisial WY beberapa waktu lalu. Menurutnya, laporan kedua di Polresta Tangerang adalah upaya W dan S untuk mengkriminalisasi para guru yang ingin membongkar borok di SMAN 21 Kabupaten Tangerang.

Baca Juga  TPU Kebon Pasir - Lemo Dipadati Peziarah

“Itu adalah bentuk-bentuk kriminalisasi yang harus kami hentikan,” tegas Andy.

Selanjutnya kata Andi, pada tuntutan yang ketiga para guru memohon indikasi korupsi dana BOS di SMAN 21 yang diduga dilakukan oleh W dan S sebesar Rp.1,2 Miliar segera ditindaklanjuti dan diungkap secara tuntas oleh pihak inspektorat Banten.

“Kami juga meminta KCD dan Inspektorat Banten bisa mengusut kasus ini sampai tuntas,” tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum forum Guru SMAN 21 Kabupaten Tangerang dari LBH Anshor mengatakan aksi ini dilakukan untuk mengungkap kasus korupsi di SMAN 21 yang sudah terjadi sejak 6-7 tahun lamanya. Namun, bukti LPJ yang didapatkan baru tahun 2019.

“Hentikan kriminalisasi kepada guru yang telah berani membuka tabir korupsi di SMAN 21 Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Penulis : Jfr.

print

Berita Populer

To Top