Berita Utama

Ini Penjelasan DLH Terkait Pengelolaan Sampah di Eks Terminal Cibodas Kota Tangerang

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Masalah pengelolaan sampah di Kota Tangerang memang masih selalu menjadi sorotan media. Begitu pula pengelolaan sampah di eks terminal Cibodas yang berlokasi di Jalan Birobudur Raya Perumnas II Kota Tangerang.

Warga perumnas yang berdekatan dengan lokasi Eks Terminal yang beralih fungsi sebagai tempat pembuangan sampah transit tersebut sudah sering mengeluhkan bau tak sedap yang bersumber dari sampah yang menumpuk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Dedi Suhada dalam penjelasanNya kepada iglobalnews.co.id mengatakan bahwa hal tersebut tak lepas dari kesadaran masyarakat sekitar dalam berkomitmen dengan Dinas kebersihan yang artinya sinkronisasi waktu antara jam pembuangan sampah dan jam pengangkutan sampah.

“Dalam jumlah Armada sekitar 143 Dump truk pengakut sampah, kita sudah punya sistem pengangkutan sampah dua kali dalam sehari. Dimulai dari jam 6.00 sampai jam 7.00 WIB, kemudian sore dari Jam 14.00 sampai jam 13.00 WIB. Namun, tentunya masih ada beberapa kendala di beberapa spot atau lokasi yang masih tak tertata dengan baik. Untuk itu diperlukan komitmen antara masyrakat dan angkutan sampah, misalnya truk pengangkut sampah mulai jam 6 pagi, masyarakat membuang sampahnya dari jam 5 pagi. Begitupun pada sore harinya, truk angkut sampah datang jam 14.00 masyarakat jam 13.00 WIB sudah membuang sampahnya. Jadi sampah tidak bertumpuk,” papar Dedi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/6/20).

Namun, Dedi berjanji dalam satu dua bulan ke depan masalah sampah di Eks terminal Cibodas dapat diatasi.

“Memang kami sedikit demi sedikit menghilangkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Terlebih yang ditempatkan di sisi jalan protokol. Selain tak bagus dilihat dari segi estetika, penempatan TPS juga menyebarkan bau. Jadi kita pake sistem Transit seperti ini. Terima kasih, ini PR buat saya insya allah satu atau dua bulan ke depan sudah dapat kami atasi,” tuturnya.

Baca Juga  Berdalih Tuntutan Ekonomi, Janda Anak 5 Jadi Mucikari

Dedi juga menjelaskan saat disinggung masih banyak pekerja pengangkut sampah yang enggan menggunakan masker saat bekerja.

“Masalah penggunaan masker memang sudah menjadi SOP saat bekerja, kita sudah membagikan 6 masker per orang dalam satu hari buat ganti. Tapi, terkadang tak digunakan mereka dengan alasan pengap. Padahal kita mengkhawatirkan kesehatannya. Tapi, syukurlah dalam keadaan pendemi seperti ini tidak ada laporan pegawai pengangkut sampah terpapar. Mungkin kita akan lebih tegas terkait ini,” ucapnya.

Sayangnya dalam wawancara tersebut Kepala Bidang Kebersihan Harsoyo yang mengurusi masalah sampah tak ada di tempat dan juga tak bisa dihubung, seakan alergi terhadap wartawan. Berbeda jauh dengan atasannya yang ramah dan terlihat sinergi dengan media.

Penulis: Jfr.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top