Sulawesi Tengah

Bupati Morowali Geram Guru Makan Gaji Buta Ditengah Pandemik Covid-19

Bupati morowali saat menutup sosialisasi penggunaan dana BOS ditengah pandemik covid 19

Bupati Morowali saat menutup sosialisasi penggunaan dana BOS ditengah pandemik covid-19.

MOROWALI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Bupati Morowali Drs.Taslim menutup kegiatan Sosialisasi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2020 ditengah pandemi Covid-19, di Ruang Pola Kantor Bupati.

Taslim mengatakan, sejak bulan Maret pandemi covid-19 merebak di tanah air hingga saai ini, Seiring dengan kondisi tersebut sekolahpun diliburkan dan proses belajar mengajar di laksanakan dirumah saja.

Namun kenyataannya banyak sekolah yang tidak melaksanakan proses belajar mengajar di rumah dan ini adalah kesalahan kepala sekolah.

” kenyataannya proses belajar mengajar di rumah tidak dilaksanakan oleh guru dan ini adalah kesalahan kepala sekolah”.

Bahkan kata Taslim, ada guru merasa nyaman di tengah pandemik covid-19 karena tidak ada aktifitas belajar mengajar dilakukan dirumah namun gaji diterima tiap bulan, ini namanya makan gaji buta dan zholim.

Hal ini disampaikan Bupati Morowali saat menutup kegiatan sosialisasi penggunaan dana BOS ditengah pandemik covid-19 pada rabu, (03/06/2020).

” Kepala sekolah yang tidak melakukan aktifitas di sekolah disaat pandemi sangat tidak terhormat sebagai publik figur.”

Sangatlah zholim seorang ASN yang merasa nyaman dengan situasi pandemi covid-19, tandas Taslim.

Menurutnya, Mestinya guru tetap bertanggung jawab terhadap proses belajar mengajar ditengah pandemi covid-19 dengan berbagai cara dan inovasi agar proses belajar mengajar bisa berjalan di tengah pandemik covid-19.

Tapi yang terjadi, begitu sekolah di liburkan guru justru libur total tanpa ada proses belajar mengajar di rumah.

” Bahkan ada oknum guru justru merasa nyaman dengan kondisi pandemi covid-19 ini karena mereka tidak melakukan kegiatan belajar mengajar , namun gaji masuk terus.ini namanya guru makan gaji buta ”

Baca Juga  Kinerja KPUD Morowali Menuai Sorotan Masyarakat

Sangatlah zalim seorang ASN hari ini yang merasa nyaman dengan situasi pandemi covid-19 dan merasa tidak punya tanggung jawab.

Taslim juga katakan, ada tiga dampak yang harus diwaspadai dalam penanggulangan Covid-19 diantaranya dampak Kesehatan, ekonomi dan sosial. ”Dari tiga dampak tersebut pihak sekolah hanya bisa memproritaskan penggunaan dana BOS pada dampak kesehatan saja.

Dana BOS itu bisa dipergunakan untuk membeli masker buat siswa, menyediakan tempat cuci tangan dan handsanitiser, kata Taslim.

Itu salah satu cara untuk mengantisipasi dampak kesehatan di sekolah dan salah satunya adalah memakai masker, jaga jarak dan membuat baliho edukasi cara mengantisipasi dampak covid-19 di Sekolah masing-masing, tuturnya.

Selain itu guru dituntut untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap siswa terkait tata cara memutus mata rantai peredaran covid-19 di lingkungan sekolah.

Guru yang tidak patuh dengan aturan yang berlaku maka saya tidak segan segan untuk memecatnya, tandasnya.

Sosialisasi ini berlangsung selama dua hari dimulai pada hari Selasa hingga Rabu dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Daerah, Amir Amirudin, S.Pd, M.M, Kepala Bidang Pendidikan Dasar serta seluruh Kepala Sekolah disemua tingkatan sekolah se Kabupaten Morowali.

Peliput : Abd Rahman Tanra.

print

Berita Populer

To Top