kriminal

Buntut Perselisihan Dua Ormas di Kabupaten Tangerang Polisi Tetapkan 10 Orang Jadi Tersanka

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Buntut perselisihan dua organisasi kemasyarakatan (Ormas) di wilayah Kabupaten Tangerang Polresta Tangerang menetapkan 10 orang tersangka dalam peristiwa perselisihan. Dua ormas yang berselisih adan Pembina Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Kepengurusan Kabupaten Tangerang denga Ormas Pemuda Pancasila (PP)

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya mengungkapkan, tujuh dari kesepuluh tersangka merupakan oknum BPPKB Kabupaten Tangerang dan 3 tersangka lainnya adalah oknum PP Kabupaten Tangerang.

“Setelah melalui penyelidikan dan pemeriksaan yang dibantu sepenuhnya oleh Dirreskrimum Polda Banten, kami menetapkan 10 orang tersangka atas dugaan pengrusakan barang atau orang secara bersama-sama,” ucap Ade di Mapolresta Tangerang pada Senin (01/06/2020).

Dirinya (Ade,red) menjelaskan, perselisihan antar dua ormas sebenarnya sudah dimediasi pada Jumat 29 Mei 2020 petang di Mapolresta Tangerang.

Namun pada malam harinya, kata Ade, oknum anggota BPPKB melakukan pengrusakan posko PP Kabupaten Tangerang. Lalu Pengrusakan posko PP Kabupaten Tangerang direspons dengan aksi serupa oleh oknum anggota PP Kabupaten Tangerang dengan melakukan pengrusakan posko BPPKB Kabupaten Tangerang.

“Atas peristiwa itu, Pengurus PP Kabupaten Tangerang dan Pengurus BPPKB Kabupaten Tangerang sama-sama membuat laporan kepolisian,” jelas Ade.

Ade menyesalkan peristiwa pengrusakan itu. Sebab peristiwa itu terjadi usai kedua pimpinan ormas bermusyawarah dan mencapai sepakat untuk damai.

Ade pun memastikan, oknum-oknum yang melakukan aksi pengrusakan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Para tersangka, tambah Ade, dijerat Pasal 170, 406 KUHP, serta UU Darurat atas kepemilikan senjata tajam tanpa hak.

“Apabila ada ketidakpuasan, silakan tempuh jalur hukum, jangan main hakim sendiri. Sebab kami pastikan, aksi main hakim sendiri akan kami tindak,” jelas Ade.

Baca Juga  Wirausaha 3%, DPR Harap HIPMI Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Hadir di Mapolres, Dirreskrimum Polda Banten AKBP Martri Sonny turut menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19, seharusnya semua pihak menjaga diri dan meningkatkan kebersamaan.

Namun yang terjadi, kata dia, kedua pihak malah saling serang dan bila tidak segera ditangani, berpotensi menimbulkan gesekkan yang lebih besar.

“Bisa makin banyak orang berkumpul, ini tidak baik dan oleh karena itu kita tindak,” pungkasnya.

Kasus itu masih terus dikembangkan karena diduga, pelaku pengrusakan posko PP ataupun pelaku pengrusakan posko BPPKB masih ada yang lain. Dari kejadian tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 3 buah senjata tajam (Sajam) yaitu golok, balok kayu, batu, dan barang-barang yang sudah rusak dari posko PP dan posko BPPKB.

Perselisihan antara 2 (dua) ormas itu sendiri berawal dari peristiwa penarikan sepeda motor oleh pegawai salah satu lembaga pembiayaan atau leasing. Kedua pihak yakni konsumen dan leasing ternyata masing-masing didukung oleh kedua ormas itu. Persoalan penarikan motor yang terjadi pada Kamis 28 Mei 020 sudah selesai.

Namun setelah itu beredar video yang diduga dari BPKB yang akhirnya membuat tersinggung PP. Setelah beredar video BPPKB, kemudian beredar video pernyataan sikap dari PP yang menyatakan tersinggung atas video dari BPPKB.

Penulis : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top