Lombok

Wartawan Dianiaya, Ketua FJLT : Kami Mengutuk Segala Bentuk Kekerasan Pada Insan Pers


LOMBOK TIMUR, IGLOBALNEWS.CO.ID – Lagi- lagi pemukulan terhadap awak media kembali terjadi. Kali ini, wartawan media online Get News bernama Ahmad Sahib, Warga Desa Kediri, Kabupaten Lombok Barat, menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Dusun Karang Bedil Utara, Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, pada 13 Mei 2020.

Kejadian bermula dari berita yang ditulis Ahmad Saheb, tentang nenek tua renta asal Karang Bedil Utara yang kehidupannya jauh dibawah garis kemiskinan. Karena kurangnya perhatian Pemerintah setempat jarang sekali tersentuh bantuan.

Hal itulah yang menyebabkan Oknum Kadus naik pitam dan memberikan bogem mentah pada Ahmad Saheb dikediamannya. Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan serius di Rumah Sakit Tripat Gerung Lombok Barat.

Kasus pemukulan terhadap wartawan get news tersebut, kini menjadi sorotan dan empati banyak pihak. Khususnya para awak media.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Forum Jurnalis Lombok Timur, Rusliadi angkat bicara. Melalui keterangan persnya menyatakan, apapun alasannya, segala bentuk tindakan kekerasan dan intimidasi tidak dibenarkan. Lebih lebih, wartawan dalam melakukan peliputan memiliki payung hukum yang jelas dan sudah dilindungi oleh konstitusi. Sebagaimana yang termaktub dalam Undang Undang Pers Nomer 40 Tahun 1999, tegas Rusliadi, saat dikonfirmasi iglobal news pada,(15/5/2020).

Perlu diketahui, lanjut Rusli bahwa wartawan dalam menjalankan tugasnya tidak mencari masalah, tapi hadir sebagai penyampai informasi. Jika ada kesalahan dalam penulisan berita, ada mekanisme hak jawab yang harus dilalui. Sebagaimana yang tertuang pada pasal 1 ayat 11 Undang Undang Pers tentang hak jawab.

“Apapun alasannya, segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan tidak bisa dibenarkan, dan bertentangan dengan hukum yang berlaku. Kami harap Aparat Penegak Hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Jika hal tersebut dibiarkan, maka akan berdampak pada menurunnya citra kebebasan pers di negara yang menjunjung tinggi demokrasi,” tegas wartawan Suara NTB tersebut.

Baca Juga  Program Keselamatan Korlantas Polri, Wujud Peduli di Masa Pandemi

Reporter: Jhon

print

Berita Populer

To Top