Sumatera Selatan

Viral! Buntut Pembagian BLT Diduga Tidak Merata, Ratusan Warga Datangi Rumah Kades Pinang Banjar


SUMSEL, IGLOBALNEWS.CO.ID – Buntut dari penyaluran dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang dinilai tidak tepat sasaran dan tidak Transparan terhadap warga di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim menyebabkan ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa dan mendatangi rumah Kepala Desa tersebut dan meminta agar Kepala Desa (Kades) Pinang Banjar agar segera mundur dari jabatannya sebagai Kepala Desa Pinang Banjar.

Tak hanya untuk menuntut mundur dari jabatannya sebagai Kepala Desa warga juga meminta agar Bupati Muara Enim dan aparat dari KPK juga harus mengusut tuntas aset-aset kekayaan yang ia miliki, yang diduga berasal dari hasil Korupsi selama menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) di Pinang Banjar tersebut,” jelas Roy selaku warga di Desa Pinang Banjar, Kamis (21/05/2020).

“Kami minta kepada penegak hukum terutama pihak dari kepolisian dan KPK agar diusut tuntas aset-aset dan harta yang dimiliki oleh Kepala Desa tersebut yang mana ini diduga hasil dari Korupsi,” katanya.

Menurut ia, semenjak menjabat srbagai Kepala Desa di Desa Pinang Banjar, Jon Kenedi yang juga memiliki hubungan keluarga dengan Kepala Desa sebelum nya,telah banyak memiliki harta di antaranya ada beberapa pintu ruko (Rumah Toko)yang terletak di Desa Talang Taling dan juga beberapa kendaraan mewah,” terang Roy kepada awak media ini.

Sementara itu,menyingkapi amukan dari massa dan peryataan dari Kepala Desa Pinang Banjar,Camat Gelumbang Syarkowi berjanji akan segera memperosesnya dan akan kita serahkan ke Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk di tindaklanjuti,” kata Camat Gelumbang Syarkowi.

Dari pantauan awak media yang turun langsung kelapangan terlihat puluhan personel gabungan Polsek Gelumbang dan di Back up Polsek Lembak serta Koramil 404-01 Gelumbang yang turun langsung untuk mengamankan aksi massa tersebut yang mendatangi rumah Kepala Desa Pinang Banjar dan ini juga dihadiri langsung oleh Kapolsek Gelumbang AKP.Priyatno dan Danramil Gelumbang Kapten.Arh. Madin.

Baca Juga  Kapolda Sumsel Berikan Sembako dan Obat-obatan di Pondok Pesantren Al-Amalul Khair Palembang

Sekarang ini Kepala Desa Pinang Banjar tersebut sudah kita bawa dan sudah kita amankan oleh petugas guna untuk menghindari amukan dari massa yang masih kesal dan belum puas dengan apa yang dilakukannya terhadap Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diduga ada tindak indikasi Korupsi terhadap Dana BLT tersebut,” jelas Kapolsek Gelumbang, AKP Priyatno.

Sementara itu warga setempat meminta agar Kepala Desa Pinang Banjar segera di proses secara hukum yang berlaku karena diduga telah korupsi dan merugikan uang negara sesuai dengan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta sesuai dengan Intruksi dari Presiden Republik Indonesia Jokowidodo dan Ketua KPK Firli Bachuri, maka bisa dikenakan sanksi hukuman penjara Seumur hidup atau Hukuman mati,” tutupnya.

Penulis : Edi pirang.

print

Berita Populer

To Top