medan

Sah, Perwal Karantina Kesehatan Pemkot Medan Diberlakukan

on


MEDAN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Peraturan Walikota Karantina Kesehatan dalam rangka Percepatan Penanganan Corona virus disease 2019 (Covid-19) di Pemerintah Kota (Pemkot) Medan Sumater Utara resmi diberlakukan mulai hari ini, jumat (01/05/2020).

“Sudah saya tanda tangani, kamis 30 April 2020,” ujar Pelaksana tugas (Plt) walikota Medan Akhyar Nasution.

Dengan demikian segala ketentuan dalam Perwal Kesehatan yang terdiri dari 12 (romawi) BAB dan 23 pasal, wajib dilaksanakan. Termasuk pemberlakuan Cluster Isolation melalui karantina rumah dan rumah sakit, serta wajib masker bagi seluruh sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Seperti diketahui, sebelum Perwal Karantina Kesehatan ditanda tangani, penerbitan perwal telah melalui kajian dan diskusi panjang yang dilakukan tim ahli.

“Hari ini juga akan kita lakukan Screening awal dan pembatasan pergerakan orang, serta pemberlakuan wajib masker bagi masyarakat dimanapun berada, selain itu juga akan dilakukan pengecekan suhu tubuh. Apabila ada warga yang suhu tubuhnya 38 derjat celcius akan dilakukan isolasi, dalam bentuk karantina rumah maupun karantina rumah sakit,” lanjut Akhyar Nasution.

Adapun karantina rumah diberlakukan bagi warga yang masuk kategori Pelaku Perjalanan (PP), Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) serta Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ringan.

Selama menjalani karantina rumah, Pemko Medan akan memberikan hak terhadap yang standard dan layak sesuai kemampuan yang ada. Selama itu juga mereka akan dijaga agar tidak keluar rumah, termasuk menerima tamu. Maksimal mereka dikarantina dua kali masa inkubasi.

Sedangkan karantina rumah sakit diberlakukan bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berat dan warga yang positif terpapar Covid-19.

Bagi pelanggar Perwal Karantina Kesehatan, ada sanksi yang bersifat administratif dan hukum yang ditanda tangani pihak kepolisian.

Baca Juga  Ketua Yayasan Madina Center Sarankan Bupati Madina untuk Surati Presiden Jokowi

Meski perwal kesehatan diberlakukan, warga tetap diperbolehkan berusaha, seperti berjualan tetapi terap mengikuti protokoler kesehatan yang telah ditegakkan pemerintah.

Selain mengenakan masker dan melakukan Physical Distancing, sistem penjualan dilakukan dengan take away (pesan dan dibawa pulang).

Wajib menjaga kebersihan lingkungan, melakukan disinfektan secara berkala dan melarang yang masuk tanpa mengenakan masker, menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir.

Dengan diberlakukan Perwal Karantina Kesehatan, maka Pemko Medan bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) tidak lagi sekedar melakukan himbauan terhadap masyarakat tetapi melaksanakan semua isi yang termuat dalam perwal tersebut.

“Saya akan berkoordinasi dengan bupati Deli Serdang, sehingga perwal karantina berjalan efektif sehingga mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kondisinya saat ini tidak lagi local transmision tetapi sudah community transmision yang berdampak terhadap perekonomian, sosial, keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Akhyar Nasution juga menegaskan, penerapan cluster isolation dilakukan bukan berarti masyarakat yang sehat bebas berkeliaran, masyarakat harus tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan, yang selain pakai masker, rajin cuci tangan, menghindari keramaian, melakukan physical distancing,” tegasnya mengahiri pertanyaan para awak media.

Penulis : Darmawan.

print

About Media iGlobalNews

Media online iGlobalNews adalah media informasi dan inspirasi. Media iGlobalNews mengabarkan berita secara cepat, tepat, terpercaya dan memberikan sajian secara aktual, tajam dan kredibel.

Recommended for you