Serang

Ini Klarifikasi Kepala Kelurahan Cibendung Serang Terkait Oknum PNS Lakukan Pungli

SERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Terkait berita yang dimuat oleh media iglobalnews berjudul “Oknum PNS Kelurahan Cibendung Serang Diduga Lakukan Pungli AJB” pada 22 Mei 2020.

Kepala Kelurahan Cibendung Nanang mengklarifikasi tudingan dugaan (Pungli) terhadap dirinya di Kantor Kelurahan Cibendung Kecamatan Taktakan Kota Serang, Sabtu (24/05/2020).

Nanang mengatakan, dalam pembuatan (AJB) Nominal yang tercantum sesuai dengan SPPT, artinya Luas tanah diakali Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Kebetulan, tanah kebun yang dimiliki Azhari dapat beli dari warga setempat dan belum memiliki sertifikat maka dibuatkanlah akta (AJB), ungkap Nanang.

Nanang juga menyampaikan, untuk Kepemilikan tanah kebun milik Azhari seluas 9324 m2 dengan total nominal jual belinya Rp 597 juta, sedangkan untuk pembayaran PPAT nya sekitar Rp 5.970.000.

“Azhari menyanggupi dengan melakukan Pembayaran uang muka sebesar Rp.4 juta, setelah proses itu selesai, maka pembeli, penjual, Lurah dan camat menandatanganinya,” ujar Nanang.

Maka dapat dikatakan proses itu sudah Final, tinggal satu lagi supaya berkas (AJB) dijahit dan ada nomor registrasi, syarat nya harus lunas SPPT, BPHTB dan lunas PPH kalau ada, ucap Nanang seraya menunjukkan bundelan berkas (AJB) yang dipegangnya.

Nanang juga memberitahukan kepada Azhari, “ bahwa untuk pembayaran BPHTB sendiri menghabiskan biaya sebesar Rp.29 Juta Rupiah,  Azhari kaget, Kok besar amat,” ungkap Nanang.

Nanang juga menyarankan ke Azhari, kalau memang belum ada uang, simpanlah dulu berkasnya, setelah ada uang baru bayar BPHTP baru kita jahit.

Lanjut nanang, sekitar seminggu atau sebulan, kang Azhari bersama Pak RT Kamdani menyampaikan, “bahwa pada tahun 2007 pernah didaftarkan sertifikat Perona, maka dicarilah informasi keberadaan sertifikat tersebut dan akhirnya sertifikat perona milik Azhari ditemukan di mantan lurah Hamidi, dulu masih Desa Cilowong, belum menjadi Kelurahan Cibendung.

Baca Juga  Ketua KKSU Organda Serang Timur Dianiaya Calo Angkot

Ia juga menyampaikan, perihal biaya uang muka Rp.4 Juta rupiah yang telah dikeluarkan oleh Azhari untuk pembuatan akta AJB, kedua bela pihak bersepakat akan dibicarakan dulu ke PPAT dan pihak kecamatan.

Nanang juga membenarkan, pernah diberi uang senilai Rp.600 ribu dan sepatu bot oleh saudara Maimun atas jasa pembuatan sertifikat.

“ saya sudah pernah mengembalikannya, tapi ditolak oleh Maimun,” pungkas Nanang.

Di tempat yang sama RT Kamdani juga menambahkan, sebelumnya Azhari meminta tolong untuk dibuatkan AJB, karena merasa keberatan untuk membayar BPHTB maka kang Azhari berinisiatif untuk mencari sertifikat perona yang pernah diajukan pada tahun 2007 silam dan akhirnya sertifikat perona ditemukan di mantan lurah Hamidi.

Penulis : Samudi.

print

Berita Populer

To Top