Serang

Cerita dari Dapur Umum : Sinergi TNI-POLRI dan Relawan


SERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Diskusi online yang dilakukan pada Jumat, 22 Mei 2020, mengangkat tema tentang Dapur Umum di Kota Serang, yang sudah berjalan selama 23 hari. Setiap harinya seribu nasi bungkus dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Baik itu di sekitar alun-alun Kota Serang maupun dibagikan ke berbagai kecamatan di Kota Serang.

Dapur Umum memilih lokasi di pusat kota Serang tepatnya di alun-alun sebelah Timur kota Serang, dimana setiap harinya tim yang terdiri dari Denbekang III-04-44 Serang, Kodim 0602 Serang serta didukung relawan dari Criminal Law Student Association dan Komunitas Relawan Banten, bahu membahu mulai dari produksi sampai distribusi 1000 nasi bungkus setiap harinya, yang di distribusikan kepada masyarakat Kota Serang.

Diskusi yanh diselenggarakan di hari terakhir program 1000 nasi bungkus, bertujuan untuk dapat menginspirasi bagi semua kalangan dalam hal berbagi dan peduli.

Awal Mula Dapur Umum.

Bapak Tubagus Rismunandar Ruhijat dan Ibu Nani sebagai inisiator pembuat dapur umum hadir dalam diskusi, dengan berkaca kaca menyampaikan rasa haru dan bahagia:

“Tidak terasa sudah di pengujung kegiatan dapur umum ini, semoga apa yang sudah kita lakukan diberikan pahala dan tempat yang istimewa di akhirat kelak, semoga ditengah pandemic ini apa yang kita lakukan dapat bermanfaat dan juga bisa membantu meringankan masyarakat yang terdampak covid-19.” ujar Sekjen Komisi Yudisial ini.

“Saya sangat berterimakasih kepada pihak TNI, Polri, dan semua relawan yang telah mau bekerjasama menyukseskan kegiatan ini, kami ingin berbagi tapi tidak bisa jika melakukan sendiri. Oleh karenanya perlu kerjasama dari berbagai pihak. Terimakasih kepada generasi muda relawan, saya salut.” Imbuh Bu Nani.

Baca Juga  BAZNAS Santuni Dhuafa dan Bukber Bersama Ponpes SE Banten

Perlu diketahui bahwa seluruh dana selama program seribu nasi bungkus selama 23 hari adalah murni dari donatur yang tidak mau disebutkan namanya, hanya ingin disebut sebagai Hamba Allah.

Sinergi TNI, Polri, dan Relawan.

Dalam kegiatan ini, terjun langsung dan terlibat setiap harinya adalah Datasemen Perbekalan Angkutan (Denbekang) yang mempunyai tugas pokok yang salah satunya adalah untuk jasa makanan atau dapur lapangan.

“Sebagai TNI kami merasa ini merupakan salah satu tanggung jawab kami untuk membantu masyarakat, menyediakan logistik di lapangan. Dapur Umum merupakan salah satu upaya untuk mewujudkannya. Ketika ada donatur, kami langsung bersedia untuk mengelola, namun karena keterbatasan tenaga, maka kami butuh relawan untuk mengerjakan proses pembungkusan dan pendistribusian. Oleh karena itu, sinergitas dengan Polri dan para relawan dari mahasiswa sangat membantu kami dapat melaksanakan Dapur Umum ini dengan lancar sampai hari ke 23 ini.

Hal itu disampaikan Letkol Abdul Rosid, Komandan Den Bekang III- 04.44 Serang Banten. Menyambung apa yang disampaikan oleh Letkol Abdul Rosid, perwakilan dari POLRES Serang Kota Bapak IPTU Makhrus menyampaikan hal yang senada.

“Kepolisian dengan bekerja sama dengan TNI dan para relawan merupakan salah satu kolaborasi yang sinergis, saya mewakili kepolisian mengucapkan terima kasih atas kerja sama yag sudah dilakukan selama 23 hari terselenggaranya dapur umum ini”. Tutur Pak Makhrus.

Ketika ditanya oleh moderator kaitannya dengan Maklumat Kapolri yang melarang berkerumun. Pak Makhrus menjawab bahwa pendistribusian nasi bungkus sudah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, sehingga tidak melanggar aturan.

Letkol Infantry, Edi Winardi Kasdim Serang 0606, yg juga terjun langsung setiap harinya menyatakan bahwa program Seribu Nasi Bungkus per hari selama 23 hari sepertinya adalah terbesar dan terlama. Karena biasanya orang mengadakan program seperti ini hanya 3-7 hari dan tidak mencapai 1000 bungkus.

Baca Juga  Pastikan Gudang Logistik Aman, Kabid Humas Polda Banten Koordinasi dengan Ketua KPU

Relawan Menolak Rebahan.

Dalam diskusi kali ini, hadir pula secara daring Bapak Dr. Agus Prihartono,S.H,M.H selaku Dekan FH Untirta, beliau menyampaikan beberapa hal terkait keterlibatan mahasiswa Fakultas Hukum Untirta dalam program Dapur Umum.

“Saya mewakili Civitas Akademika FH Untirta mengucapkan rasa hormat kepada seluruh element yang terlibat dalam dapur umum ini, bagi kalangan akademisi, kegiatan ini pun merupakan bagian dari pengabdian masyarakat, semoga kedepannya aktifitas positif seperti ini selalu bisa berkembang dan berkelanjutan.” Ujar Pak Dekan.

Relawan yang diwakili oleh Riki Setiawan dari CLSA FH Untirta, menyampaikan beberapa pandangan dan kritik terhadap pemeritah yang belum maksimal dalam menanggulangi bencana covid-19.

“Dalam ilmu pengetahuan kita mengenal apa yag disebut dengan fenomenologi ramadhan, yang jika disederhanakan adalah ramadhan itu satu dan universal tapi praktik dalam beramadhan yang berbeda beda setiap individu. Ada yag mengisi dengan mengaji dan kita sebagai relawan mengisi ramadhan ini dengan berbagi,” kata Riki.

Hadir pula secara daring, Komandan Komunitas Relawan Banten, Aliyth Prakarsa, turut memberikan apresiasi terhadap relawan yang konsisten istiqomah, dari hari pertama sampai hari ke 23. Aliyth juga menyampaikan terimakasih pada inisiator Dapur Umum yang memberi jalan kebaikan sehingga relawan dapat bergerak dan menolak menjadi generasi rebahan. Salut atas sinergi antara TNI dalam hal ini Den Bekang, Kodim dan Polri.

Namun, Aliyth juga menyayangkan tidak adanya perhatian dari pihak Pemerintah Kota padahal kegiatan berjalan 23 hari dan berlokasi di alun-alun Kota Serang.

Selain para pihak yang terlibat secara langsung, hadir pula unsur masyarakat, H. Asep Mulya Hidayat dari HajiRocker Foundation (HRF). Asep Mulya Hidayat mengatakan Salut kepada para relawan yang sudah mengerahkan tenaganya untuk bersama-sama menjalankan dapur umum ini. Hal ini merupakan salah satu hal yang positif untuk Provinsi Banten. Banten harus melahirkan berita- berita yang baik, jangan hanya selalu berita buruk saja yang terlihat.”Ujarnya sambil bersemangat. Asep Mulya menambahkan bahwa program Dapur Umum ini merupakan berita baik dari Banten dan harus dikabarkan ke masyarakat.

Baca Juga  Miris, Perselingkuhan via Medsos Dominasi Kasus Perceraian di Serang

Diskusi ini ditutup dengan kesimpulan yang disampaikan oleh Rena Yulia sebagai moderator dengan menegaskan kembali bahwa diselenggarakan diskusi kali ini bukan bertujuan untuk meriyakan segala perbuatan kemanusiaan yang sudah kita jalankan, melainkan merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban kami kepada para donatur dan masyarakat pada umumnya. Semoga menjadi inspirasi untuk berbagi dan peduli.

 

Penulis : Red.

print

Berita Populer

To Top