Sulawesi Tengah

Viral, Rumah Sakit Rujukan Tolak Pasien PDP Covid-19

Photo RSUD Kabupaten Morowali.

Photo RSUD Kabupaten Morowali.

MOROWALI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Pihak RSUD Morowali menyatakan salah seorang warga asal Belopa Kabupaten Luwu, Sulawesi selatan berstatus Pasien dalam pamantauan (PDP)

Pemerintah Kabupaten Morowali melalui juru bicara covid19, Ashar Ma’ruf SE. membenarkan adanya satu orang yang telah ditanyatakan PDP oleh pihak RSUD Morowali.

Ashar Ma’ruf menyebutkan, pasien yang sudah ditetapkan sebagai PDP oleh RSUD Morowali adalah warga negara Indonesia berdasarkan KTP beralamat Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu Sulsel, (69 tahun).

Menurut Ashar, yang bersangkutan datang ke Bahodopi Karena ada kegiatan usaha, ucapnya.

orang itu kemarin datang di RSUD Morowali berobat dengan keluhan sakit demam dan oleh dokter RSUD menduga penyakit orang tersebut adalah typoid.

” Hari ini pihak RSUD Morowali melakukan pemeriksaan kembali termasuk rapid tes antibody dua kali dengan hasil positif dan foto Rontgen oleh pihak dokter menggambarkan penyakitnya kearah pneumonia.”

Maka berdasarkan hasil pemeriksaan oleh pihak RSUD Morowali menetapkan pasien itu berstatus PDP dan pihak RSUD Morowali akan merujuk PDP tersebut ke RSUD kolonedale sebagai RS rujukan, katanya.

Namun beredar informasi miring di media sosial bahwa pasien rujukan tersebut di tolak pihak RSUD Konodale.

Dikutip dari laman beritamorut.com. Kepala Dinas Kesehatan Morowali Utara (Morut) Delnan Lauende, menegaskan jika kebenaran pasien dalam pantauan (PDP) dari rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Morowali, yang dirujuk ke RSUD Morut benar adanya.

Namun menurut Delnan saat ini pasien PDP ditolak dengan alasan rujukan tidak sesuai prosedur dan tahapan (PROTAP).

“Prosedur penanganan rujukan Covid 19 itu harus sesuai Protap rujukan, sebelum merujuk harus ada persetujuan dari RSUD yang dipercayakan menangani pasien PDP Covid 19 dalam hal ini RSUD Morowali Utara,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Morowali Lepas Mahasiswa UGM Usai Laksanakan KKN

Peliput : Abd Rahman Tanra.

print

Berita Populer

To Top