Kalimantan Selatan

Tamu Haul Sekumpul Terdampar Lebih Sebulan

on


MARTAPURA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Tiga pemuda yang berasal dari luar Kalimantan, yang awalnya adalah tamu Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul ternyata terdampar, hingga harus menginap di kawasan Kubah Datu Bagul di Desa Keramat, Kecamatan Martapura Timur. Untungnya, oleh pengelola makam, tiga pemuda akhirnya diinapkan di rumah kosong dekat makam dan diberi bantuan ala kadarnya. Ketiga pemuda itu sebut saja, Ibnu (asal Banten), Aldi (Bogor) dan Aras (Jakarta).

Subhan, pengelola makam kepada jurnalis, Rabu (29/4/2020) mengakui bahwa ia baru mengetahui keberadaan tiga pemuda itu, Minggu 26 April 2020. “Ternyata mereka sudah

dua hari tidur di pelataran makam, dan katanya cuma berbekal kurma, setelah sebelumnya mereka menginap di Mesjid Syiarushalihin (Mesjid Pancasila) Simpang Empat Sekumpul,” jelas Subhan.

Karena merasa kasihan Subhan lalu mempersilakan ketiganya untuk menginap di rumah kosong namun masih layak dihuni, dekat makam. “Sempat saya beri mereka beras, telur.

Semoga dengan pemberitaan kawan-kawan, nasib mereka lebih bisa diperhatikan. Memang saat pandemi ini tidak memulamngkan mereka ke kampung halaman mereka masing-masing,” ujar Subhan.

Ibnu yang bernama asli Sunaryo (30) warga Kmapung Cisampih, Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten ini mengakui, ia dengan Aldy (25), warga Kampung Curug Gunung Sindur Bogor sama-sama mondok di Darul Musthofa Bogor. Karena memang sama-sama menyukai ziarah wali, mereka berinidiatif pergi ke Kalsel beberapa bulan lalu untuk menghadiri Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul.

“Kami naik pesawat, dan menginap di penginapan dekat Sekumpul,” jelas Ibnu.

Sementara Aras yang paling muda, bernama asli Sudratul Arasy (24), Kampung Pesing Poglar, Kedaung Kali Angke, Cengkareng Jakarta Barat.

Selama haul, mereka ini terlibat juga membantu di dapur umum. Setelah itu lambat laun, perbekalan mereka habis dan terpaksa menginap di Mesjid Pancasila. Selama terdampar di mesjid, mereka memang ada yang sesekali membantu yakni relawan Sekumpul. Pernah didatangi petugas Pol PP, mereka malah disarankan tidak menginap di situ.

Baca Juga  Sandiaga Uno Kembali Datang ke Martapura

“Lalu oleh kenalan di Sekumpul, kami diajak ziarah ke Datu Bagul sejak Jumat, hingga sampai sekarang di sini,” cetus Ibnu alias Sunaryo.

Aldy mengaku sebenarnya ingin sekali pulang, namun apa daya perbekalan dan uang sudah habis dan tak mampu lagi membeli tiket pesawat. Apalagi di tengah pandemi, mustahil pulang dalam waktu dekat.

Sementara Anang Safwani, kepala lingkungan di Desa Keramat mengaku mereka baru tahu setelah ada petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang bernama Solihin.

“Semestinya pengelola makam lekas-lekas memberi tahu kita biar kita musyawarahkan. Ini kami dilema juga mau memberi bantuan, sementara kas terbatas. Belum lagi warga yang berhak dibantu juga masih belum menerima bantuan. Coba nanti akan kami koordinasikan dengan pihak terkait,” ujar Safwani.

Penulis : Adi.

print

About Media iGlobalNews

Media online iGlobalNews adalah media informasi dan inspirasi. Media iGlobalNews mengabarkan berita secara cepat, tepat, terpercaya dan memberikan sajian secara aktual, tajam dan kredibel.

Recommended for you