Lombok

Mengenal Lebih Dekat Sani Oktafian Bahriadi, Peraih Medali Emas Pencak Silat Nasional


LOMBOK TIMUR, IGLOBALNEWS.CO.ID – Buah tidak jauh jatuh dari pohonnya, yang bermakna karakter dan kepribadian seorang anak, biasanya diwarisi dari orang tua dan lingkungan sekitarnya.

Peribahasa itulah yang melekat pada diri Sani Oktafian Bahriadi, Atlet Pencak Silat yang saat ini duduk dibangku kelas 5, SDN 3 Pancor Lombok Timur(Lotim). Ia beberapakali telah mengharumkan nama Bumi Patuh Karya dengan prestasi gemilang pada Cabang Olahraga Beladiri.

Betapa tidak, di usianya yang masih belia, pernah menyabet medali dari turnamen bergengsi, diantaranya meraih medali perunggu dari Kejuaraan Bali Internasional Champion dan meraih medali emas pada Kejurnas Seni Tunggal Baku salah satu cabang olahraga beladiri yang digelar di Surabaya pada tahun 2019.

Okta, panggilan akrab Oktafian Bahriadi adalah
Putra kedua dari pasangan H.Saiful Bahri, S.Pd (57 tahun) dan Nurhayati (40 tahun) Pasutri yang berasal dari Lingkungan Sawing, Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur.

Melalui gembelengan sang ayah H.Saiful Bahri, peraih medali perak dari Cabang Olahraga Pencak Silat Pekan Olahraga Nasional (PON) yang pernah mengharumkan nama Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Bukan hanya itu, ia juga pernah menyabet medali emas Pekan Olahraga Propinsi (POR PROP) dan pernah mengikuti pelatnas kejuaraan dunia, puluhan tahun silam.

Saat dikunjungi dikediaman nya oleh awak media pada, kamis (09/04/2020), Saiful Bahri membenarkan bahwa putra bungsunya Okta mewarisi jejak sang ayah. Terlihat dari ketekunan dan motivasinya mempelajari ilmu beladiri hingga meraih gelar juara, ungkap pendekar Tapak Suci yang saat menjabat kepala Sekolah di SDN 1 Pancor.

Ditengah kesibukannya sebagai Kepala Sekolah, ia selalu menyempatkan diri untuk melatih buah hati kesayangannya itu. Mengingat dalam waktu dekat ini sebagai persiapan mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2020.

Baca Juga  Kabid Dikdas Himbau Sinergitas Semua Stage Holder Sukseskan USBN

“Saya selalu menyempatkan waktu menempa kemampuan beladiri Okta, minimal satu hingga dua jam dipagi hari setelah solat subuh dan solat isya. Karena inti dari sebuah kesuksesan adalah ketekunan dan semangat yang tinggi untuk berlatih,” paparnya pada media iglobalnews.co.id.

Mengakhiri ulasannya, Saiful mengucapkan terimakasihnya pada semua pihak yang selalu mendukung dan memberikan suport pada Okta, terutama pihak Sekolah SDN 3 Pancor tempatnya menimba ilmu dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur yang selalu mengapresiasi tiap prestasi Okta, tutupnya.

Reporter : Jhon.

print

Berita Populer

To Top