Sulawesi Tengah

Ketua DPRD Morowali : Kelalaian PT. IMIP Bisa Jadi Pusat Transmisi Penyebaran Covid-19

Terbit Tanggal 12 Januari 2021 oleh Media iGlobalNews


MOROWALI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Ketua DPRD Morowali Kuswandi menyebut bahwa Penanganan pandemi Covid-19 di PT IMIP tidak jelas dan masih jauh dari standar serta tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

hal tersebut terbukti adanya sejumlah karyawan PT IMIP terkonfirmasi dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test dan saat ini tinggal menunggu hasil swap.sebutnya.

Hal ini disampaikan ketua DPRD Morowali Kuswandi kepada media ini pada sabtu, 25 April 2020.

Menurut Kuswandi, Sampai saat ini PT IMIP masih melakukan aktifitas produksi seperti biasa tanpa menerapkan physical sosial distancing.

padahal disana ada puluhan ribu karyawan dari segala penjuru daerah yang setiap harinya tetap aktif bekerja di pabrik. Katanya.

” pabrik ini bisa jadi pusat penyebaran Virus corona,” terang Kuswandi.

Untuk memutus penyebaran covid 19 sebaiknya IMIP meliburkan sebagian karyawannya atau melakukan perubahan shift kerja karyawan yang tentunya berbeda dengan pola shift saat ini.

kuswandi katakan, ” Shalat tarwih saja dilarang, kok IMIP dengan puluhan ribu karyawan tetap aktif berproduksi?”

Ini ada apa, penting yang mana keselamatan nyawa manusia atau dengan nilai tambah ekonomi yang mereka hasilkan.

Ditambahkan, Pola ini penting untuk mengurai tumpukan puluhan ribu karyawan yang ada di perusahaan dengan begitu maka physical sosial distancing bisa diterapkan.

Kondisi ini tentu akan sangat berdampak pada penanganan pandemi covid-19 itu sendiri.

Menurut Ketua DPRD Morowali Bahwa apa yang dilakukan IMIP hari ini, saya kira itu masih dibawah standar dan sebatas hal yang biasa biasa sehingga kesannya mereka serius, tapi buktinya 4 orang karyawan dinyatakan positif rapid tesnya yang jika di cluster 4 orang karyawan itu sudah melakukan kontak dengan 74 orang lainnya.

Baca Juga  Gerakan Bhakti Sosial Polri Peduli Covid-19, Polsek Bahodopi Bagikan Sembako Bagi Kaum Dhuafa

terhadap 74 orang itu juga sampai detik ini belum ada upaya penanganan untuk dilakukan rapid tes, bayangkan jika ini terlambat penanganannya, ada berapa banyak lagi orang yang harus terpapar dengan Covid-19 ini, terang Kuswandi.

” PT. IMIP mengabaikan dan tidak patuh menjalankan rekomendasi dan berbagai kesepahaman yang sudah disepakati bersama dengan pemerintah daerah.”

Padahal kita sudah membuat kesepahaman bersama salah satunya adalah melakukan rapid test terhadap seluruh karyawan PT. IMIP.

” apa itu sudah dilakukan ternyata belum juga, ini ada apa ? “.

Kuswandi menambahkan, sekarang sudah ada karyawan yang terpapar, coba IMIP tes secara luas dan massal seluruh karyawan dan saya yakin akan lebih banyak dari kejadian yang ada sekarang.

Kuswandi meminta untuk dilakukan tes massal dan jika banyak yang positif, sebaiknya gunakan itu hotel bintang 5 atau rusun milik perusahaan untuk tempat Isolasi, pintanya.

” Ruang ruang isolasi untuk karantina tidak ada sehingga semua masih bergantung pada fasilitas milik pemerintah daerah pada hal semestinya di tengah pandemi C-19 saat ini IMIP sedari awal harus menyiapkan sendiri fasilitas fasilitas itu bahkan bila perlu membangun Rumah Sakit sendiri yang dilengkapi dengan fasilitas uji lab.”

Tidak seperti saat ini yang hanya sebatas klinik semata dengan tenaga medis yang juga terbatas.

Munculnya fakta seperti yang telah dirilis dalam pertemuan di PT.IMIP bahwa ada beberapa karyawan dinyatakan positif hasil rapid tesnya kalau ini tidak segera diantisipasi saya khawatir kawasan Industri pabrik PT.IMIP akan jadi pusat Transmisi penyebaran Virus di Morowali.

jadi harus ada perlakuan Khusus terkait penanganan Covid-19 di IMIP dan Bahodopi secara Umum. Tutup Kuswandi.

Baca Juga  Ketua PGRI Morowali Lantik Pengurus Kelompok Kerja Perempuan PGRI seKabupaten Morowali

Penulis : Abd Rahman Tanra.

print

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top