Kalimantan Selatan

Bappeda Litbang Banjar Tampilkan Data “Basi” pada Rapat RKPD 2021

Terbit Tanggal 21 April 2020 oleh Media iGlobalNews


MARTAPURA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Bappeda Litbang Banjar pada rapat rencana kerja pembangunan daerah (RPKAD) 2021 dikritik karena menampilkan data yang belum update dengan perkembangan ekonomi terbaru Indonesia. Alhasil, rapat yang dilaksanakan secara jarak jauh via video conference (vidcon) itu terasa agak hambar.

Kepala Bappeda Litbang Banjar Tantri Narindra yang diberi kesempatan berpidato dari Mahligai Sultan Adam, Martapura, Selasa (21/4/2020) memaparkan sejumlah data berkait kepentingan penyusunan rencana pembangunan ke depannya. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi masih ia kemukakan di kisaran 4 persen, meskipun ia mengetahui ada asumsi perekonomian masyarakat terdampak dengan adanya wabah Corona (Covid-19).

Pada sesi diskusi, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banjar Zulyadaini sempat mengkiritik hal tersebut. Menurutnya, dari paparan terbaru pemerintah pusat di media-media massa, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum terdampak drastis dengan adanya wabah Corona, sehingga disebutkan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi diasumsikan hanya berkisar 1,8–2,1% (persen).

“Nah, angka ini semestinya disesuaikan dalam 2020 ini, sehingga kita bisa menyusun langkah strategis untuk rencana pembangunan di 2021, apakah langkah bertahan (defense) atau bagaimana. Sebab asumsi itu menjadi patokan bagi kita dalam memprediksi pertumbuhan ekonomi di tahun berikutnya,” cetusnya.

Menanggapi hal itu, Tantri mengaku bahwa pihaknya belum sempat mengkomparasikan data dengan Badan Pusat Statistik (BPS), dengan alasan tenaga dan pikiran pihaknya agak

terkuras dengan wabah Corona yang dianggapnya begitu tiba-tiba muncul dan menggeser sejumlah agenda. “Kami memang belum sempat memprediksi berapa sih pertumbuhan ekonomi kita yang riil. Dan juga kami belum sempat diskusi dengan BPS. Memang betul, angka riil sekarang berguna untuk menyusun target ekonomi makro berikutnya. Data yang tadi kami paparkan memang belum final. Terima kasih saran dan masukannya,” ungkapnya.

Dalam acara vidcon tersebut, yang difasilitasi Komindo Banjar sering terjadi gangguan sinyal, sehingga sempat tidak tersimak dengan baik oleh peserta vidcon, diantaranya sempat dikeluhkan Kepala Bappeda Kalsel Fajar Desira, juga oleh satu anggota DPRD Banjar Saidan Pahmi. Alhasil, masih ada sebenarnya bahan diskusi yang hendak disampaikan oleh DPRD Banjar juga tidak sempat terpaparkan.

Penulis : Adi.

print

Dirgahayu Kota Tangerang

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top