Serang

Walikota Apresiasi Kinerja Lurah Tembong


SERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Berbagai inovasi dan terobosan untuk kepentingan masyarakat terus diciptakan Lurah Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Edi Junaedi. Tidak hanya di Kelurahan Tembong yang saat ini dipimpinnya, berbagai program prorakyat telah Edi Junaedi cetuskan semasa dirinya menjabat Lurah Banjar Agung.

Ada gerakan 2000 Rupiah untuk membantu warga miskin dan gizi buruk serta jambanisasi. Berbagai terobosan tersebut sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya.

Edi yang kini menjabat Lurah Tembong, menargetkan pada November 2020 daerah yang dipimpinnya itu bebas buang air besar sembarangan (BABS). Tercatat sebanyak 166 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut belum memiliki jamban. Namun, saat ini pembuatan jambanisasi sudah berjalan untuk 15 KK, sehingga tersisa 151 KK yang belum memiliki jamban.

Edi Junaedi menjelaskan, permasalahan BABS di wilayahnya tahun ini ditargetkan selesai. Pihaknya pun bersama TP PKK Kelurahan Tembong, kader Posyandu dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bekerja sama untuk mewujudkan Kota Serang bebas BABS, yang dimulai dari Kelurahan Tembong.

“Target saya tahun ini Kelurahan Tembong selesai persoalan dolbonnya (BABS). Dari 166 KK, baru 15 jamban yang terealisasi dan Insya Allah bisa dibangun kembali. Sehingga target saya pada Oktober atau November sudah selesai, artinya sudah tidak ada lagi masyarakat Tembong yang dolbon,” katanya, usai launching Geser Si Jaka di Lingkungan Cilincing, Kelurahan Tembong Kota Serang, Rabu (04/03/2020) lalu.

Lanjutnya, pembentukan Gerakan Seribu Rupiah Siapkan Jamban Keluarga (Geser Si Jaka) merupakan salah satu upaya dalam pengentasan BABS di lingkungannya. Terkait anggaran, saat ini belum ada regulasi terhadap pengadaan jambanisasi untuk masyarakat. Ada pun Dana Kelurahan (Dakel), namun diperuntukkan bagi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan.

Baca Juga  Cegah Potensi Masuk Narkoba di Wilayah Pesisir, BNNP Libatkan Nelayan

“Sementara jambanisasi ini sifatnya pribadi dan harus berbentuk hibah. Kemudian regulasi terkait itu pun tidak ada. Maka secara inisiatif kami lakukan kegiatan ini secara swadaya. Bahkan beberapa perusahaan yang ada di Kelurahan Tembong pun ikut membantu kami. Mereka bahu membahu membantu kegiatan kami,” katanya.

Sebelumnya Edi Junaedi sudah melaksanakan kegiatan dua ribu jamban keluarga (Gardu jaga) di Kelurahan Banjar Agung dimasa kepemimpinannya. Gerakan Rp.2.000 kini dia teruskan di Kelurahan Tembong namun nominalnya menjadi Rp.1.000. ” Dulu yang saya cetuskan Gerakan Rp.2000, sekarang hanya Rp.1000 namanya Geser Si Jaka. Jadi seribu ini agar semua masyarakat bisa ikut menyumbang. Tapi dari seribu ini bisa juga ada yang mau menyumbang sepuluh ribu, atau bahkan sejuta pun boleh, yang penting seikhlasnya saja,” ucapnya.

Edi juga mengungkapkan, tingkat perekonomian di wilayahnya terbilang cukup baik. Namun, karena perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) mereka yang kurang baik, sehingga masih banyak yang tidak memiliki jamban dan melakukan BABS. “Jadi 50-50, ada yang memang tidak punya jamban karena kurang mampu, dan ada yang memang mampu tapi kebiasaan mereka yang dolbon (BABS),” ujarnya.

Program lainnya yang menjadi terobosan Edi adalah Jemput Si Pajak. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat memicu masyarakat dalam berperilaku hidup sehat dan bersih. “Terutama di Tembong, dan wilayah Kota Serang dipicu untuk bisa membuat jamban sendiri. Sehingga kegiatan ini bisa menjadi acuan bagi masyarakat lainnya, karena dolbon juga menjadi salah satu sumber penyakit,” tukasnya.

Kemudian, selain BABS, kata dia, masyarakat juga harus sadar terhadap kebersihan di lingkungan sekitarnya, seperti tidak membuang sampah sembarangan. “Jadi harus dimulai dari diri sendiri. Kemudian kalau target bebas dolbon saya tidak berani untuk menargetkan tahun ini atau pun tahun depan. Karena masih ada sekitar 29.000 KK, mudah-mudahan selama masa jabatan saya persoalan ini bisa tuntas,” tandasnya.

Baca Juga  Polresta Serang Tangkap 2 Residivis Pengedar Narkoba Jenis Sabu

Syafrudin mengapresiasi kinerja Edi baik sebagai Lurah Banjar Agung maupun Tembong. Karena, kata Wali Kota, berbagai program yang dia (Edi Junaidi,red) laksanakan benar-benar dirasakan manfaatnya bagi warga yang dipimpinnya.

Peliput : Andre.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top