Sulawesi Tengah

Perketat Penyebaran Covid-19, Bupati Morowali Mengeluarkan Surat Penegasan ke Perusahaan

Photo Drs. Taslim Bupati Morowali.

Photo Drs.Taslim Bupati Morowali.

MOROWALI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Bupati Morowali mengeluarkan surat penegasan kepada seluruh pihak perusahaan yang beraktifitas di Kabupaten Morowali pada tanggal 27 Maret 2020 dengan nomor 560/0369/BUP-TND/III/2020 guna mencegah penyebaran wabah pandemi Corona virus (Covid19) di Kabupaten Morowali.

Surat penegasan Bupati Morowali tersebut dengan menindaklanjuti Keputusan Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali yaitu :

Keputusan Bupati Morowali nomor : 188.4.45/KEP.0099/DINKES/III/2020 tanggal 13 maret 2020 tentang Tim Satuan Tugas Terpadu, Terkoordinasi dan, Terintegrasi dalam upaya antisipasi pencegahan dan pengendalian Corona virus (covid-19) di Kabupaten Morowali.

Surat Edaran Bupati Morowali nomor : 188.5/0329/DKPPKBD/III/2020 tanggal 16 maret 2020 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan terhadap infeksi virus corona (covid-19 ) di Kabupaten Morowali.

Hasil rapat ke IV (empat) antara Pemerintah Daerah (Pemda) Morowali dengan pimpinan perusahaan se- Kabupaten Morowali dalam usaha mencegah virus corona tanggal 18 Maret 2020.

Photo Surat penegasan Bupati Morowali kepada perusahaanse-Kebupaten Morowali.

Photo Surat penegasan Bupati Morowali kepada perusahaanse-Kebupaten Morowali.

Berikut isi Surat Penegasan Bupati Morowali kepada Perusahaan :
1. Melarang masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA), Warga Negara Asing (WNA) dan pencari kerja yang berasal dari luar Kabupaten Morowali.

2. Pemberhentian penerimaan karyawan baru di perusahaan- Perusahaan yang ada di Kabupaten Morowali.

3. Dilarang memberikan hak Cuti kepada karyawan dikarenakan situasi Force Majeure wabah penyakit atau pandemi Global Covid -19 per tanggal 27 maret 2020

4. Bagi karyawan perusahaan yang telah melaksanakan Cuti setelah tanggal 27 maret 2020 dilarang untuk kembali ke tempat kerjanya di wilayah Kabupaten Morowali dan menunggu pemberitahuan lebih lanjut.

5. Bagi karyawan perusahaan yang telah melaksanakan cuti sebelum tanggal 27 Maret 2020, dan saat dikeluarkannya surat ini sudah berada di wilayah Kabupaten Morowali, wajib untuk di rumahkan terlebih dahulu dan wajib menjalani isolasi mandiri selama minimal empat belas (14) hari terhitung sejak tanggal kedatangannya masing- masing sampai dengan disampaikannya pemberitahuan lebih lanjut serta sesegera mungkin melakukan pemeriksaan kesehatan pada fasilitas kesehatan pada masing masing perusahaan atau sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pihak perusahaan

Baca Juga  Kunker Gubernur Sulteng Dalam Rangka Pengendalian Usaha Pertambangan dan Kaitannya

6. Membentuk semacam Gugus Tugas khusus Covid-19 yang tugas utamanya adalah menjalankan upaya pemantauan dan pencegahan penyebaran virus Corona yang wajib berkoordinasi dengan Dinas tekhnis terkait dan pemerintah kexamatan setempat.

7. Mewajibakan kepada seluruh karyawannya untuk mentaati kebijakan isolasi mandiri dan Social Physical Distancing sebagaimana ditetapkan pemerintah daerah Kabupaten Morowali.

Adapun hal hal yang berkaitan dengan pernyataan diatas agar perusahaan tetap berpedoman kepada ketentuan dan aturan ketenagakerjaan yang sesuai dengan perundang undangan yang berlaku.

Peliput : Hms/Abd Rahman Tanra.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top