Jakarta

Syekh Puji Nikahi Anak 7 Tahun Terancam 20 Tahun Penjara dan Kebiri

Atas perbuatan Syekh Puji menikahi anak, kali ini justru dilaporkan oleh keluarganya sendiri yakni Wahyu Dwi Prasetyo, Apri Cahaya Widianto serta Joko Lelono.

Dalam keterangan tertulisnya Wahyu mewakili keluarga besar Syekh Puji mengatakan menolak langkah Syekh Puji menikahi anak dibawah umur.

Wahyu dalam pernyataan tertulisnya menyatakan tidak setuju atas perbuatan asusila terlapor (Syekh Puji-red) dengan menikahi atau memangku menciumi, dan berkata “kowe saiki wes dadi bojoku,” (kamu sekarang sudah jadi istriku,red) kepada D.

Saat itu D (mempelai wanita-red) saat pernikahan terjadi masih berusia 7 tahun, maka dari itu dirinya dengan berapa saksi kemudian melaporkan Syekh Puji di Polda Jawa Tengah, demikian keterangan Wahyu Prasetyo dalam pernyataan tertulisnya.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Arist Merdeka Sirait

Photo Ketua Umum Komnas Perlindungan Arist Merdeka Sirait.

Pendamping hukum dan tim advokasi Komnas Perlindungan Anak perwakilan Jawa Tengah di Semarang Heru Budhi Sutrisno, SH, MH telah mengawal kasus ini dan telah pula mendatangi serta berkordinasi untuk menanyakan kelanjutan pelaporan keluarga dekat Syekh Puji, namun menurut penyidik, perkaranya masih dalam tahap penyelidikan bahkan penyidik mengaku masih mengaku kesulitan mendapatkan bukti.

Terkait alasan minimnya alat bukti yang menyebabkan penyidik Polda Jateng tidak segera memproses kasus tersebut, Arist Merdeka Sirait lebih lanjut menjelaskan justru berjanji untuk waktu segera akan mendatangi Polda Jateng untuk membawa bukti-bukti. Kami sudah mengumpulkan banyak bukti dari keluarga untuk kami bawa sebagai alat bukti kepada Direskrimum Polda Jawa Tengah.

Pada intinya tidak ada kata kompromi apalagi kata damai bagi Komnas Perindungan Anak atas kejahatan seksual yang dilakukan terhadap anak. Itu juga merupakan komitmen Polda Jawa Tengah, sekalipun vandemik Corona belum berlalu kasus ini terus kami, tegas Arist.

Baca Juga  Eggy Sudjana Siap Bela Wartawan yang Dikriminalisasi

Penulis : Nero.
Editor : A Jueni.

print

Laman: 1 2

Berita Populer

To Top