Serang

Pelaku Pencabulan Anak Ternyata Bukan Warga Gunung Sari


SERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Oknum Guru dengan status ASN dan bertugas pada SD N 2 Gunung Sari 2 Kelurahan Gunung Sari Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang yang tega cabuli muridnya, dan kini di Tahan di Polres Serang

Oknum Guru tersebut berinisial AT telah ditangkap satReskrim Polres Serang Kota kamis (27/2/2020), berkat adanya laporan dari saksi terkait adanya dugaan tindak pidana Perbuatan melawan Hukum yang dilakukan terhadap korbannya (Z).

Tersangka AT telah kami amankan kemarin dirumahnya di daerah Gunung Kupak, Kabupaten Serang , sebagaimana Penjelasan Kanit PPA Ipda Budi Mukyana SH kepada Media Reportase Banten dalam perkara pasal 82 ayat (1) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.” kata Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata saat dihubungi melalui pesan telpon selulernya, Jumat (28/02/2020).

Terkait beberapa media, awak media iglobalnews.co.id mencoba mengkompirmasi Kepala Sekolah SD N 2 Gunung Sari terhadap adanya Peristiwa tersebut. Kepala Sekolah Entus Suharta, S.Pd sebenarnya merasa sedikit kecewa dan merasa sangat malu dengan kejadian ini, karena masalah ini tidak ada kaitannya dengan SD Negeri 2 Gunung Sari, tetapi secara kebetulan saudara Ajat, A.Md, memang bekerja di SDN 2 Gunung sari .

Riwayatnya SD N 2 Gunung sari berdiri Tahun 1980 an, dengan jumlah murid sebanyak 50. Hingga saat ini , sudah ada 8 orang pergantian Kepala Sekolah , jumlah Muridnya hanya berjumlah 50 – 60 murid, dengan 6 Rombel. Jumlah Guru 5 Orang, 2 ASN, 2 honorer, dan 1 OPS.

AT benar telah bekerja di SD N 2 Gunung sari selama 20 Tahun , dan mengajar dari kelas 1 sampai kelas 3 . Terduga tinggal di kampung cimenti desa kadubereum kecamatan Pabuaran Kabupaten serang.

Baca Juga  BNN Libatkan Mahasiswa Cegah Narkoba di Pesisir Banten Utara

Menjadi CPNS Tahun 1986 dan diangkat sebagai PNS/ASN pada Tahun 1989. Ajat adalah Kelahiran Ciomas, Kampung Ujung Tebu. Artinya Ajat bukanlah Warga Gunung Sari, bukan Penduduk asli Gunung sari, tegas Entus.

Dari informasi lain yang didapat, Kepala sekolah dan para guru, sudah melakukan klarifikasi secara langsung (pendekatan dari hati ke hati) terhadap Para Wali Murid, dan didapat informasi bahwa Murid SD N 2 Gunung sari yang telah menjadi Korban AT sebanyak 12 anak. rata berusia 7- 9 Tahun. Jadi Kami Dewan Guru SDN 2 Gunung Sari dan Juga Komite Sekolah mengutuk keras perbuatan bejat pelaku dan meminta kepada Aparat Kepolisian atau Pengadilan menghukum seberat beratnya Pelaku sesuai dengan Hukum yang berlaku, tegas Kepala sekolah dengan nada Keras. Memalukan saja, ujar ibu Yaya dengan penuh kekesalan.

Kedepan kami akan melakukan Perlindungan secara lebih ketat, dengan menjaga komunikasi dengan para wali Murid agar kejadian yang memalukan Dunia Pendidikan tidak terjadi Lagi. Langkah yang kami lakukan adalah Menata kembali sistem ajar mengajar dengan lebih mengutakan komunikasi langsung dengan anak anak. Terbuka terhadap apapun yang menjadi keluhan anak anak, pungkas Pak Entus .

Disisi lain, ada keluhan disampaikan kepada kru iglobalnews, bahwa PT. Wabin Jaya Pratama, sebagai Perusahaan di Lingkungan sekolah, hanya menyisihkan CSR sebesar Rp.200 ribu/perbulan, sementara para orang tunya sebagian besar adalah Bekerja di perusahaan tersebut, ungkap sang Guru .

Penulis : Red/SM.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top