Seputar Banten

Oknum Staf Kelurahan dan Pamong Desa Curug Manis Diduga Bermain Mata dalam Program PTSL

Photo diambil dari Google.

Photo diambil dari Google.

SERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) adalah proses pendaftaran tanah yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah di seluruh wilayah Indonesia. Di mana objeknya ada dalam satu wilayah desa atau kelurahan. PTSL telah diatur dalam Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2018. Namun, kadangkala program ini malah dijadikan ajang bisnis oleh oknum pegawai kelurahan.

Salah satunya program PTSL yang ada di wilayah Kelurahan Curug Manis Kota Serang. Dengan adanya laporan dari masyarakat Kampung Kerasikan RT 05/02, MR melalui Ormas ARUN merasa terbebani dengan besaran biaya yang ditentukan oleh oknum pegawai Kelurahan Curug Manis. Biaya proses pembuatan sertifikat dibebankan sebesar Rp1 juta hingga Rp2,5 juta.

Wartawan iglobalnews menanyakan kepada salah satu warga berinisial MR, yang salah satu keluarganya ikut program tersebut, Senin (9/3/2020). Ia mengakui telah membayar biaya proses pembuatan sertifikat tersebut sebesar Rp1 juta.

Berdasarkan keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, ada lima orang warga yang diminta biaya Rp1 juta/buku. Kemudian ada juga dua warga yang dikenakan biaya sebesar Rp2,5 juta/buku.

Petugas RT 05/02 Ketika dikonfirmasi oleh media juga membenarkan adanya biaya tersebut yang dipandang sangat membebani warganya. Bahkan Ketua RT setempat menyatakan sama sekali tidak dilibatkan.

“Kami hanya disuruh mendata warga. Sebenarnya masih banyak masyarakat yang belum mempunyai surat tanah, tetapi karena tidak memiliki uang untuk membuat surat, ya ditunda dulu,” keluhnya.

“Katanya program ini dari presiden yang dipantau langsung oleh Kementerian,” ungkapnya penuh kekecewaan sambil berlalu pergi.

Terpisah, Lurah Safri mengatakan, “Untuk sementara ini kami belum dapat menjawab. Karena saya sendiri baru tiga bulan menjabat sebagai lurah.”

Baca Juga  Pemdes Temuasri Laksanakan Program PTSL dengan Biaya Rp 150 Ribu

Ia mengakui jika memang ada stafnya dan pamong desa yang pernah mengurus program tersebut. Keduanya sama seperti yang disampaikan media iglobalnews.co.id, berinisial M dan P.

“Terima kasih informasinya, besok akan kami panggil petugasnya dan abang akan saya hubungi,” kata Safri sembari meminta iglobalnews tidak memberitakan hal tersebut.

“Bagaimanapun itu tanggung jawab saya, karena sayalah lurah di Curug,” ujar lurah seperti seakan menghindar.

Penulis: Red/RN/ys.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top