Tangerang

Niat Bantu Malah Jadi Tersangka, Kuasa Hukum : Vonis Hakim Sudah Tepat


TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – AA Seorang Pria yang sehari- hari berprofesi sebagai guru sekolah ini akhirnya bisa bernafas lega setelah Hakim menjatuhkan Vonis hukuman percobaan 6 bulan penjara saat sidang putusan di PN Kota Tangerang, Rabu (11/03/2020). AA didakwa melanggar pasal 480 KUHP tentang penadahan barang yang diduga dari hasil kejahatan.

Kasus ini bermula ketika niat baik AA untuk membantu seorang ibu bernama ER yang sedang tertimpa kesulitan.

Dengan dalih butuh biaya pengobatan orang tua yang sedang sakit keras. ER datang menemui AA untuk meminjam uang dengan menjaminkan sebuah mobil Avanza yang diakui sebagi milik ER pribadi.
Mendengar alasan tersebut AA berempati dan timbulah rasa iba untuk membantu.

AA yang sudah 16 tahun bekerja sebagai guru dengan kehidupan yang sederhana ini mengabuli permintaan ER dan meminjamkan uang sebesar Rp.25 juta rupiah kepada ER.

Namun sayang, Ibarat pribahasa malang tak dapat ditolak Mujur tak dapat diraih, begitulah gambaran nasib AA saat itu, Niat tulus membantu seakan sia- sia, ketika tak lama berselang dirinya dicokok Polisi dari Polres Metro Tangerang Kota dengan dugaan penadah karena diketahui jaminan kendaraan milik Er tersebut diduga merupakan hasil kejahatan.

Usai berlangsungnya sidang putusan, Ketua Tim Kuasa Hukum AA, DR. (C) Dedi Junaedi, Amd, S.E, S.H, M.H, CLA, dan rekan Hamid Kancamarga, SH, MH, mengucapkan puji syukur atas putusan Hakim.

“Alhamdulillah, menurut kami putusan ini adalah putusan hakim yang terbaik dan kami sudah melakukan pembelaaan secara totalitas karena klien kami hanyalah korban yang tidak mengerti hukum,” ujarnya.

Dedi juga menambahkan, keputusan tersebut sudah melalui pertimbangan hakim, selain AA merupakan seorang Guru, AA juga kooperatip selama menjalani sidang serta belum pernah tersangkut perkara hukum.

Baca Juga  Bike Community Go E-Link Tangerang Berikan Bantuan Korban Banjir

” Hakim memvonis klien kami dengan Putusan Percobaan sehingga klien kami tidak perlu dilakukan penahanan,” tutupnya.

Diketahui sidang putusan tersebut dipimpin oleh Hakim ketua Ferdinand Marcus, S.H, Sri Suharini S.H dan Sukiman S.H.

Penulis : Jfr.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top