Tangerang

Dedi Dj Sang Lawyer Sebut Masyarakat Harus Serius Perangi Covid 19

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Pendemi virus Corona Covid 19 yang berasal dari wuhan China, kini melanda hampir keseluruh belahan negara di dunia bahkan menyebar sampai ke indonesia. Hal tersebut membuat Lowyer yang juga seorang pengusaha dengan segudang aktivitas ini turut berkomentar terkait pendemi ini.

Dia adalah DR (C) H. Dedi J. Syamsudin, Amd, SE, SH, CLA, MH yang akrab disapa Mr Dedy Dj sang Lawyer. Pria berpenampilan modis dan religius ini sangat antusias membicarakan masalah wabah virus Corona yang penyebaranya sudah mulai memperhatinkan.

“Dalam sudut pandang kacamata seorang lawyer sekaligus pengusaha, wabah virus covid 19 jelas merugikan, dari segi bisnis usaha tentunya sangat dirasakan sekali dampaknya oleh masyarakat luas,” papar Dedi saat dihubungi melalui telepon, Senin (30/03/2020).

Ia pun mengaku peristiwa ini cukup berdampak langsung bagi dirinya secara finansial. Sebab Film layar lebar yang ia bintangi terpaksa harus pula dihentikan produksinya.

” Filmnya berjudul, “Sang Pendekar “, kebetulan diambil dari kisah nyata perguruan tapak suci Muhammadiyah Jakarta Utara. Film ini rencananya dibintangi saya dan kawan- kawan actor lainnya dengan sutradara Ade C. Komarudin. Karena situasi begini mau tidak mau produksi filmnya harus berhenti total sampai situasi pandemi covid 19 berakhir,” tuturnya.

Dedy juga berpesan serta menghimbau kepada masyarakat terkait mewabahnya virus corona atau Covid 19 ini harus sudah mulai serius berjuang dalam mengatasi penyebaran penularan virus ini.

“Physical distancing dan stay at home adalah cara yang tepat untuk memerangi penyebaran virus corona. Mari kita ajak seluruh keluarga, istri, anak, saudara, tetangga untuk secara bersama- sama saling mengingatkan, menasehati, bahwa kita harus sudah mulai ikut aktif membantu pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga  Polisi Bongkar Pemalsuan Buku KIR di Tangerang Diduga Oknum Pegawai Dishub Terlibat

Dalam lanjutannya Dedy juga mengulas bahwa Virus Corona tidak lagi disebut wabah, tapi pandemi karena cakupan sebarannya yang mendunia. Infeksi virus ini tidak memandang negara, status sosial dan kondisi fisik.

“Walau pun profesi saya bukan seorang dokter namun saya ingin mencoba menjernihkan situasi ini dari sisi hukum dan demokrasi sambil berbagi pemikiran bagi pemulihan republik yang muram dilanda wabah ini,” tutupnya.

Penulis : Jfr.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top