Lombok

Wabup Lotim : Kami Akan Berikan Sanksi Tegas Oknum ASN yang Melakukan Penipuan


‎LOMBOK TIMUR, IGLOBALNEWS.CO.ID – Berbagai macam modus operandi pelaku kejahatan penipuan akhir akhir ini. Bukan hanya dari kalangan biasa, bahkan melibatkan oknum Pejabat dan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

Demikian halnya dialami, Sukarman Tahriri, Lalu Hendi, Yusri Hadi, Lalu AM.Susbadri Aspari, Muhammad Irwasyah dan Ahmad Amman Zainuri, adalah korban penipuan puluhan juta rupiah. Yang diduga dilakukan oleh oknum ASN yang berinisial, SS dan saat ini menjabat sebagai Sekdes di Desa Pandan Dure.

Kepada awak media, para korban menyampaikan kekecewaannya pada oknum ASN yang telah melakukan penipuan dengan mengambil uang mereka. Namun hingga saat ini tidak ada satupun paket pekerjaan maupun SK Bupati yang terealisasi. Bahkan SS, berdalih dan terkesan bersembunyi ketika para korban mencari pelaku di rumahnya ataupun ditempatnya bertugas sebagai Sekdes di Desa Pandan Dure Kecamatan Terara.

“Kami sudah melaporkan oknum SS tersebut, dengan bersurat resmi ke Bupati dan dalam waktu dekat ini kami berharap ada solusi dari Pemerintah Daerah Lombok Timur (Pemda Lotim) minimal bisa memediasi kami dengan pelaku,” tegas Lalu Hendi yang tertipu puluhan juta rupiah oleh oknum SS, ucapnya, pada keterangan pers, Sabtu (15/02/2020).

Hal senada disampaikan, Lalu Susbadri Aspari, Sukarman Tahriri dan Muhammad Irwansyah yang dijanjikan SK Bupati oleh oknum SS. Namun setelah menerima uang oknum tersebut selalu berdalih dan bersembunyi, ucapnya kecewa.

Halnya serupa dialami oleh isteri Sapriadi. Salah satu keluarga korban kasus dugaan penipuan yang dilakukan oknum pejabat di Lombok Timur dijanjikan akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Tenaga Honor Daerah (Honda) Kategori 2 sebagaimana perjanjian yang telah disepakati oknum pejabat tersebut. Dengan perjanjian jika sudah menyerahkan uang senilai Rp.20 juta. Namun malang setelah menerima uang tersebut hingga saat ini janji tinggal janji, beber Sapriadi.

Baca Juga  Car Free Day, Akan Kembali Digelar di Gumi Patuh Karya

“Kami minta oknum pejabat itu segera mengembalikan uang yang telah diambil oknum pejabat tersebut, karena sampai saat ini istrinya tak juga kunjung diangkat menjadi PNS dari K2,” tegas suami korban, Sapriadi dalam keterangan persnya, Sabtu (15/02/2020).

Ia menjelaskan, pihaknya memiliki bukti mengenai penerimaan uang yang dilakukan oknum pejabat tersebut. Dengan menggunakan kwitansi dan materai 6000 yang diterima dan ditandatangani oleh oknum pejabat tersebut sekitar bulan Agustus 2013 lalu. Tapi sampai dengan saat ini tidak ada realisasinya.

Sementara uang tersebut merupakan uang muka atau DP yang diserahkan langsung istrinya. Dengan disaksikan dirinya dan beberapa orang lain juga, untuk kemudian nantinya setelah lulus atau diangkat jadi PNS dari K2 akan diberikan sisanya sesuai dengan perjanjian yang ada.

Namun apa yang diperoleh saat ini janji tinggal janji dan tidak ada realisasinya, bahkan oknum pejabat tersebut tidak berani ketemu dengan selalu menghindar saja.

Maka kalau tidak ada itikad baiknya untuk mengembalikan uang kami, maka terpaksa akan laporkan ke Bupati dan Wakil Bupati Lotim agar mengetahui kelakuan anak buahnya yang tidak terpuji tersebut, karena kami punya bukti hitam diatas putih sehingga tidak bisa mengelak lagi.

“Bahkan kami akan laporkan ke aparat penegak hukum untuk diproses karena ini sudah namanya penipuan,kalau yang bersangkutan tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikannya,” tandasnya.

Sementara di tempat terpisah Wakil Bupati Lombok Timur,H.Rumaksi SJ dengan tegas mengatakan, akan memberikan sanksi tegas kepada pejabat yang terlibat kasus dan melanggar hukum untuk dilaporkan saja ke aparat penegak hukum atau diperjarakan saja.

” Kalau ada pejabat yang melanggar hukum penjarakan saja,” tegas Rumaksi SJ kepada wartawan di pendopo Bupati Lotim sesuai menghadiri pisah sambut Kapolres Lotim, Sabtu malam (15/02/2020).

Baca Juga  Kemenag Lotim Himbau Segenap Jajarannya Gelar Kegiatan Waqaf dan Baca Alquran

Ia menjelaskan, kalau ada oknum pejabat yang menjanjikan orang untuk diangkat menduduki jabatan tertentu, menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun lainnya.

Apalagi sampai mengeluarkan sejumlah uang kepada oknum tersebut, maka itu perbuatan itu tidak bisa dimaafkan, melainkan harus dilaporkan agar oknum tersebut dipecat atau dipenjarakan kalau terbukti.

Agar kapok untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. “Kalau ada masyarakat yang menemukan pejabat yang melanggar hukum segera laporkan, agar cepat kita tindak tegas,” ujar Wabup.

Lanjut, sampai saat ini dirinya belum menerima laporan mengenai adanya oknum pejabat di Lotim yang melakukan perbuatan tersebut.

” Kalau ada silahkan laporkan saja ke saya atau aparat penegak hukum agar bisa cepat diproses untuk segera dipenjarakan,” pungkasnya.

Reporter : Jon.
Editor : A Jueni

print

Berita Populer

To Top