Berita Utama

Sistem Kamar Dalam Manajemen Perkara, Tuai Rekor Putusan Terbanyak dalam Sejarah MA

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Implementasi secara komprehensif penerapan Sistem Kamar dalam Bidang Manajemen Perkara di Mahkamah Agung (MA) RI sejak 2013 membuahkan hasil yang signifikan dalam penanganan perkara.

Khususnya melalui penerapan sistem membaca berkas secara serentak serta penyederhanaan format putusan kasasi dan PK (Peninjauan Kembali). Hasilnya terlihat antara lain produktivitas memutus perkara di MA yang meningkat setiap tahunnya.

Hal tersebut dikatakan Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. M Hatta Ali dalam laporan tahun 2019 MA-RI di Jakarta Convention Center, Rabu (26/2/2020).

Baca Juga  Polda Metro Jaya Tilang 12.610 Pengendara Dalam Operasi Ketupat Jaya 2019

Jumlah perkara yang diputus di MA dalam tahun 2019 tercatat sebanyak 20.058 perkara atau mencapai 98,93%, menorehkan rekor baru sebagai yang terbanyak dan terbesar sepanjang sejarah Mahkamah Agung RI.

“Penerapan sistem kamar juga telah mempercepat proses penyelesaian perkara di MA. Hal ini tergambar dalam kerja keras semua komponen terkait dengan penyelesaian perkara hingga jumlah sisa tunggakan perkara di MA terus menurun dari puluhan ribu menjadi 217 di tahun 2019. Ini merupakan jumlah sisa perkara terrendah dalam sejarah MA,” kata Hatta Ali.

Dalam hal pengaturan jangka waktu penanganan perkara dalam sistem kamar, mendorong peningkatan rerata waktu memutus perkara di bawah tiga bulan menjadi 19.373 perkara atau 96,58% dari seluruh perkara yang diputus dalam tahun 2019.

Baca Juga  Ingatkan Kepala Daerah, Presiden: Jangan Ada yang Main Uang Apalagi APBD

“Rekor ini dicapai di tengah keterbatasan jumlah hakim agung dan hakim ad hoc, di mana di dalam tahun 2019 terdapat tiga hakim agung yang purnabakti, dan dua hakim agung meninggal dunia. Padahal, pada saat yang sama jumlah perkara yang diterima Mahkamah Agung mencapai jumlah terbesar dalam satu dekade ini yaitu sebanyak 19.369 perkara,” aku Ketua MA-RI ini.

Hatta menjelaskan, Sistem Kamar terus diperkuat melalui berbagai studi, antara lain dilakukan dengan tujuan menjaga kesatuan penerapan hukum dan konsistensi putusan MA.

Pada tahun 2019 MA-RI mengeluarkan SK. KMA. Nomor 268 Tahun 2019 tentang Pemilahan Perkara pada Mahkamah Agung, yang diharapkan bisa mengurangi derasnya arus perkara sehingga MA dapat fokus menjawab isu-isu hukum penting bagi perkembangan hukum di tanah air.

Baca Juga  Subandi Musbah: Fenomena Baru, Kampanye Kotak Kosong Tangerang

Dalam laporan tahunan ini, hadir Presiden RI, Joko Widodo, Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju, Wakil Menteri Kehakiman Kerajaan Arab Saudi, Sheikh Saad Bin Mohammed Al-Saif, Wakil Ketua Mahkamah Agung Qatar, Thaqeel Sayer Al-Shammari, dan para duta besar negara-negara sahabat.

Penulis: Richard Aritonang.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top